Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ban Tubeless Bisa Ditambal Maksimal Berapa Kali?

Training and Product Evaluation PT Bridgestone Tire Indonesia, Deni Arief Pribadi menilai untuk ban tubeless, sebaiknya ditambal maksimal 4 kali

Ban Tubeless Bisa Ditambal Maksimal Berapa Kali?
Untuk kelima kalinya Bridgestone menggelar safety campaign perawatan ban di tahun 2013 ini. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tambal merupakan cara jitu untuk menyiasati rusaknya bagian ban yang rusak. Teknik ini bisa dipakai baik untuk ban dengan ban dalam (tubetyre) maupun tanpa ban dalam (tubeless).

Khusus tipe yang kedua, pengguna kendaraan disarankan tidak menambalnya berulang-ulang. Sebab bisa membuat ban rawan pecah.

Training and Product Evaluation Department Manager PT Bridgestone Tire Indonesia, Deni Arief Pribadi menilai untuk ban tubeless, sebaiknya ditambal maksimal empat kali.

"Kalau dilihat pada ban, itu ada empat kuardan. Paling tidak di setiap kuardannya ditambal satu lubang," kata Deni saat ditemui di pabrik Bridgestone di Karawang, pekan lalu.

Pada saat rusak terkena paku, Deni menilai chasing atau benang yang ada pada lapisan ban bisa putus. Sehingga jika terus menerus dibiarkan, karet akan mengembang dan pecah.

"Makanya satu lubang tidak boleh ditambal dua kali. Karena bisa expand dan pecah," ujar Deni.

Baca: Setelah Warung Kaki Lima, Gopay Bakal Perluas ke Transaksi UMKM

Product Development Specialist GT Radial Dodi Yanto punya pendapat berbeda dengan mengatakan, tidak ada batasan maksimal berapa titik permukaan pada ban tubeless yang masih bisa ditambal.

Namun ia menyebut area yang rusak tidak boleh terlalu besar diameternya dan jarak antar lubang juga tidak berdekatan. Selain itu, ukurannya juga tidak terlalu besar.

"Tapi kalau benda asing yang merusak bannya gede dan setelah ditambel masih bocor, sebaiknya ban diganti. Karena konstruksi di dalam ban terdiri atas rangkaian benang nylon. Jadi pada saat ditusuk pakai jarum untuk nambal, karet tambalannya itu sudah merusak tatanan konstruksi di area itu," ucap Dodi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Risiko Tambal Ban Tubeless secara Berulang-ulang "  

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas