Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pengembang Mobil Listrik Juga Menunggu Sikap Tegas Pemerintah Soal Pajak

Sudah sejak tiga tahun yang lalu, PT Pindad ikut terlibat bersama UI, ITB, dan ITS dalam pengembangan mobil listrik berkapasitas 0,25 – 200 kilowatt.

Pengembang Mobil Listrik Juga Menunggu Sikap Tegas Pemerintah Soal Pajak
TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
Mobil listrik Mitsubishi Outlander PHEV (kiri) dan Mitsubishi i-MIEV di arena test drive IIMS 2018, Minggu (22/4/2018). 

Laporan Reporter Kontan, Sugeng Adji Soenarso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pindad ikut terlibat dalam pengembangan motor dan mobil listrik. Perusahaan yang ikut tergabung dalam Asosiasi Produsen Kendaran Listrik Bermerek Nasional (APLIBERNAS) masih menunggu kepastian regulasi pemerintah untuk kelanjutan mobil listrik.

Sudah sejak tiga tahun yang lalu, PT Pindad ikut terlibat bersama UI, ITB, dan ITS dalam pengembangan mobil listrik berkapasitas 0,25 – 200 kilowatt.

Namun diakui sampai saat ini regulasi mobil listrik belum jelas.

Abraham Mose, Direktur Utama PT Pindad menyatakan, kendalanya adalah regulasi pemerintah untuk produsen mobil listrik terutama terkait insentif yang belum terbit.

Menurutnya, untuk pengadaan mobil listrik butuh komponen yang sejauh ini masih impor.

Dia juga bilang, industi dalam negeri masih belum siap untuk komponen melihat magnet permanen, komponen elektrik dan baterai masih melakukan impor. Karenanya, ia berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait insentif.

“Kalau tidak didukung kebijakan pemerintah terkait insentif fiskal atau non fiskal atau pajak akan sulit memproduksi mobil listrik,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (16/5/2018).

Baca: Viar Minta Kepastian Aturan Terkait Besaran Pajak Sepeda Motor Listrik

Ia juga menjelaskan masih melakukan impor komponen tersebut karena industri hulu belum tertata dengan baik. Akibatnya, masih perlu melakukan impor.

Sampai saat ini, proses pengembangan mobil listrik masih dilakukan dengan melakukan brand marking dengan melihat konsep-konsep mobil listrik untuk disesuaikan dengan mobil listrik atau yang disebut mobil rakyat.

Saat ini, sudah tersedia masing-masing dua unit untuk prototipe mobil listrik roda dua, roda tiga, dan roda empat. Nantinya, apabila sudah terelasisasi, rencanaya kendaraan tersebut akan ditujukan ke sektor pedesaan.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas