Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

April-Agustus 2018, Tata Motors Jual 528 Unit Pick Up dan Truk

Total penjualan April - Agustus 2018 menorehkan angka sebanyak 528 unit yang merupakan penjualan ritel atau langsung dari diler kepada konsumen.

April-Agustus 2018, Tata Motors Jual 528 Unit Pick Up dan Truk
TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi
Model berpose di samping Tata Ultra pada acara Tata Truck Media Workshop di Medan, Sumatera Utara, Kamis (15/2/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), Agen Pemegang Merek (APM) Tata Motors di Indonesia membukukan penjualan kendaraan niaga sebanyak 528 unit sepanjang periode April sampai Agustus di tahun fiskal 2018/2019.

Angka ini merupakan angka penjualan ritel dan mencatatkan kenaikan 51 persen dibandingkan periode yang sama di tahun fiskal 2017/2018.

Commercial Vehicle Marketing Head TMDI, Wilda Bachtiar dalam keterangan pers tertulisnya kepada Tribunnews menyebutkan, kenaikan tersebut didorong oleh membaiknya harga di sektor komoditas terutama tambang dan perkebunan, konstruksi serta logistik sejak paruh kedua 2017. 

Total penjualan April - Agustus 2018 menorehkan angka sebanyak 528 unit yang merupakan penjualan ritel atau langsung dari diler kepada konsumen.

“Lonjakan penjualan tersebut menunjukkan masyarakat telah memberikan respon positif terhadap Pick up dan Truk Tata Motors sebagai kendaraan andalan bisnis mereka,” ujar Wilda.

Baca: Digelar Lebih dari 10 Seri, Yamaha Cup Race 2019 Siap Hadirkan Reuni Pembalap Senior Indonesia

Wilda Bachtiar merinci selama April – Agustus tahun ini pick up terjual sebanyak 364 unit naik 24 persen dibanding kurun waktu yang sama tahun 2017 lalu yang sebanyak 294 unit, kemudian truk sebanyak 164 unit atau naik 193 persen dari capaian di periode sama tahun lalu sebanyak 67 unit.

Wilda juga menyatakan, dari total jumlah truk yang terjual 70% diantaranya terserap oleh sektor pertambangan. Baik tambang batubara, tambang nikel, pasir dan lain-lain. Sisanya diserap sektor perkebunan, pertanian, konstruksi dan logistik.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas