Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Alasan Upgrade Mesin Motor Injeksi Harus Diikuti Penggantian ECU

Dalam kondisi standar, setiap motor sudah dibekali ECU yang sudah diprogram sesuai dengan kondisi dan spesifikasi dari pabrikan.

Alasan Upgrade Mesin Motor Injeksi Harus Diikuti Penggantian ECU
Otomotifnet
Upgrade Performa Yamaha XMAX 2017. Ecu Aracer 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada motor berteknologi injeksi, keberadaan ECU berfungsi untuk mengatur berbagai fungsi bagian kelistrikan dan mesin.

Dalam kondisi standar, setiap motor sudah dibekali ECU yang sudah diprogram sesuai dengan kondisi dan spesifikasi dari pabrikan.

Kalau motor sudah ada yang di oprek, apakah ECU standar masih bisa mengakomodir perubahan di motor?

“Tentu bisa, tapi hasil upgrade yang sudah dilakukan jadi tidak maksimal sehingga disarankan pakai ECU aftermarket,” jawab Teguh, staf bengkel Ultraspeed Racing kepada GridOto.com di Jakarta Barat.

Sebabnya ECU standar tidak dapat diprogram ulang untuk menyesuaikan spesifikasi motor yang telah diubah.

“Meskipun ada motor yang bisa diatur seperti tingkat CO nya, tetap tidak signifikan pengaruhnya,” tambahnya.

Baca: Alasan Teknis Kenapa Speaker Advan G3 Berlabel Harman/Kardon Dibenamkan di Muka

Dengan ECU aftermarket, ada beragam parameter yang dapat diprogram sehingga kebutuhan motor dapat terpenuhi.

“Fungsinya bisa mengatur debit bensin ke ruang bakar, limiter rpm mesin, maju-mundur pengapian, idle rpm, setting TPS, tingkat CO dan ada beberapa mapping yang bisa dipilih sesuai keperluan,” lengkap Teguh.

Biasanya penggantian ECU diwajibkan untuk motor yang sudah lakukan modifikasi besar di mesin seperti bore up, porting polish, ubahan pada kem dan lainnya.

Ubahan pada mesin seperti ditulis di atas sudah pasti membutuhkan asupan bahan bakar yang lebih banyak dan juga penyesuaian timing pengapian.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Grid.ID
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas