Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Masih Bingung Cara Kerja Teknologi VVA di Motor Yamaha, Begini Mekanismenya

Msih banyak yang bingung mengenai bagaimana cara kerja teknologi VVA yang tersematkan pada motor Yamaha zaman sekarang. Begini cara kerjanya

Masih Bingung Cara Kerja Teknologi VVA di Motor Yamaha, Begini Mekanismenya
TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
Yamaha Aerox 155VVA saat pertama kali diluncurkan di pasar Indonesia di ajang Indonesia Motorcycle Show 2016 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Rabu (2/11/2016). 

TRIBUNNEWS.COM - Teknologi Variable Valve Actuation (VVA) sering kita jumpai di motor-motor Yamaha zaman sekarang.

Namun masih banyak yang belum tahu bagaimana sih cara kerja teknologi VVA ini.

Banyak yang salah kaprah juga mengenai teknologi VVA ini.

VVA bekerja bukan berdasarkan kecepatan motor tetapi berpatokan pada putaran mesin motor atau yang dikenal dengan rpm.

Contohnya selenoid actuator di Yamaha NMAX bekerja pada 6.000 rpm saat akselerasi dan 5.500 rpm saat deselerasi.

Meski mesinnya lebih kecil dari Yamaha NMAX 155, Yamaha Lexi 125 VVA Bluecore diklaim punya akselerasi yang enggak kalah kencang dari sang kakak. Klaim ini dibuktikan Yamaha lewat sebuah video yang diputar saat perkenalan perdana Yamaha Lexi 125 di depan internal meeting jaringan dealer Yamaha Indonesia (15/1/2018). Video ini ditampilkan di depan panggung dan direkam secara live oleh akun Facebook Yamaha Agung Tasikmalaya, Jawa Barat. Dalam potongan videonya, tampak jika Yamaha Lexi 125 sejak start enggak kalah responsif. Video credit : Yamaha Agung Tasikmalaya Dan jangan lupa Kunjungi GridOto.com (klik link di bio) #YamahaNMAX #NMAX #Lexi #YamahaLexi #Yamahasemakindidepan #gridoto #otomania #otomotifweekly #jip #kompasotomotif #Motorplus #duniaotomotif #gridnetwork

Selenoid actuator adalah komponen yang berfungsi untuk mendorong pin untuk berpindah ke profil kem lebih tinggi.

Ingat, dalam sistem VVA, kem yang digunakan memiliki dua profil kem isap dan satu profil kem buang.

Satu profil kem isap untuk memfokuskan tenaga di putaran bawah dan satu profil kem lagi untuk membuat tenaga atas motor lebih jalan.

"Tujuannya untuk mendapatkan performa yang baik di semua putaran mesin. Dengan satu profil kem, biasanya akan ada yang dikorbankan. Kalau bawahnya enak atasnya kurang bertenaga, begitu juga sebaliknya. Dengan VVA yang memiliki dua profil kem, atas-bawah selalu bertenaga," yakin M Abidin, GM Aftersales & Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

HALAMAN SELENGKAPNYA >>>>

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Gagah Radhitya Widiaseno
Sumber: Gridoto
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas