Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Abraham Samad: Saya Suka Mengkritik JK

Abraham Samad membantah tudingan Ketua FSP BUMN Bersatu Arief Puoyono yang mengatakan bahwa Jusuf Kalla (JK) mempunyai pengaruh terhadap dirinya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Abraham Samad: Saya Suka Mengkritik JK
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Abraham Samad 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad membantah tudingan Ketua Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu Arief Puoyono yang mengatakan bahwa Jusuf Kalla (JK) mempunyai pengaruh terhadap dirinya.

Justru Abraham mengungkapkan bahwa  sejak aktif di Sulawesi Selatan, dirinya sudah sering mengkritik Wakil Presiden periode tahun 2004-2009 itu.

"Saya tidak ada urusan dengan JK, saat masih di Sulsel tidak pernah akrab dengan JK, bahkan saya suka mengkritik (JK)," kata Abraham di Cisarua Bogor, Jawa Barat.

Pendiri Anti Corruption Commission (ACC) ini menegaskan, KPK dalam melakukan verifikasi terhadap laporan masyarakat tidak dipengaruhi siapapun.

Abraham menjelaskan, laporan yang masuk ke KPK akan diverifikasi terlebih dahulu. Karenma itu, siapapun yang melapor, tentu peraturannya sama.

"Semua orang yang melapor ke KPK pasti divefikasi, siapapun biarpun tukang becak, diterima dulu," kata Abraham.

Sebelumnya, Ketua Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu Arief Puoyono menuding bahwa JK dapat mempengaruhi Abraham. Hal itu diketahui Arief karena pernah diminta melaporkan kasus dugaan korupsi di PT PLN yang diduga melibatkan Dahlan Iskan.

Pengaruh tersebut, diketahuinya ketika Arief dipanggil JK pada tahun 2012 di kantornya yang berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta. Pada kesempatan itulah dia diminta untuk melaporkan kasus tersebut.

"Setelah basa-basi sebentar, JK meminta saya melaporkan dugaan korupsi pembangkit PLN yang melibatkan Dahlan Iskan dan Luhut Panjaitan. Selain itu saya juga diminta melaporkan mengenai dugaan korupsi mark up pengadaan pesawat MA 60," kata Arief dalam keterangan persnya kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (14/6/2014).

Bahkan lanjut Arief data lengkap sudah dipersiapkan jika dirinya bersedia melaporkan kasus tersebut ke lembaga yang dipimpin Abraham Samad itu.

"Saat itu JK berkata pada saya, ini data-data sudah ada semua, kau tinggal melapor saja ke KPK. Saat itu saya semakin kaget, data yang saya terima cukup lengkap untuk dilaporkan ke KPK," ungkapnya.

Meskipun data sudah dipersiapkan, Arief sempat mempertanyakan peluang laporan tersebut akan serius ditindaklanjuti pihak KPK mengingat lembaga itu dikenal cukup independen. Keraguan Arief ini langsung ditepis oleh pengusaha asal Sulawesi itu.

"Kau tenang saja, tugasmu cuma melaporkan ini ke KPK. Abraham Samad itu sudah saya atur. Begitu laporanmu masuk,  langsung akan diproses," imbuhnya.
Edwin Firdaus

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas