Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Calon Presiden 2014

Pengamat: Tepat, Jokowi Pilih Drone Ketimbang Tank Leopard

Ketua Forum Studi Pertahanan untuk Rakyat (Fospur) bilang persaingan senjata harus dihindari di tengah era yang mengedepankan balance of power.

Pengamat: Tepat, Jokowi Pilih Drone Ketimbang Tank Leopard
Tribunnews/JEPRIMA
Calon Presiden pasangan nomor urut dua, Joko Widodo atau sering disapa Jokowi menyampaikan visi dan misinya saat mengikuti acara Debat Capres 2014 putaran ketiga di Holiday Inn, Jakarta Utara, Minggu (22/6/2014). Pada debat kali ini mengangkat tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM,  JAKARTA -  Pegiat Studi Ekonomi Pertahanan, Posma Sariguna J.K Hutasoit, sepaham dengan pandangan Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) yang menentang pengadaan tank Leopard untuk keperluan militer Indonesia.

Karena menurut Ketua Forum Studi Pertahanan untuk Rakyat (Fospur) ini, jelas sangat tidak tepat di era yang moderen ini strategi pertanahan dilakukan dengan menakuti lawan dengan kekuatan alutsista.

Menurutnya, persaingan senjata harus dihindari di tengah era yang mengedepankan balance of power (perdamaian).

Dia tegaskan, yang diutamakan di era modern sekarang ini adalah pengadaan persenjataan modern yang berguna bagi perekonomian suatu negara.

Dengan itu, negara lain pun tidak dapat menjadikan pengembangan pertahanan sebagai alasan untuk embargo.

"Secara ilmiah kalau kita menginginkan pertahanan kita lebih baik, kita sebetulnya harus menyediakan alutsisa. Walaupun modern harus tepat guna," ungkap dia dalam diskusi di Kantor Media Center JKW4P, Jalan Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/6/2014).

Karena itu, dia melihat pemikiran Jokowi mengenai alutsista jauh lebih cerdas. Karena, bukan hanya menentang pengadaan tank Leopard. Jokowi juga memberikan solusi terkait alutsista yang sebenarnya harus dimiliki di Indonesia saat ini.

Menurutnya, program pesawat tanpa awak atau drone sebagai salah satu upaya modernisasi alutsista di Indonesia untuk menjaga perairan Indonesia adalah kebijakan Jokowi yang sangat cerdas.

"Apalagi di era globalisasi sekarang ini, kita menghindari yang namanya persaingan persenjataan. Negara lain tidak akan mau mengganggu negara kita kalau kita memodernkan alutsista untuk meningkatkan dan menjaga perekonomian kita," tegasnya.

Selain itu, menurut dia, Jokowi lebih melihat pengadaan alutsista berupa drone itu berguna buat rakyat. Karena penggunaan drone akan difungsikan sebagai alat pertahanan ekonomu maupun keamanan, dengan tujuan sebagai fungsi pertahanan, untuk mengawasi praktik iklan dan pencurian kayu.

"Ini sangat cerdas sekali program Jokowi. Apalagi untuk mengawal program maritim kita. Itu perlu dikawal dengan pengadaan alutsista yang modern dan tepat guna demi kepentingan nasional," jelasnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas