Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Polemik Yerusalem

Sebut Yerusalem Ibukota Israel di Buku Pelajaran IPS, Penerbit Yudistira Minta Maaf

"Tidak bermaksud apapun ataupun dengan kesengajaan pengakuan Yerusalem terhadap Israel. Ini benar-benari murni kesalahan pengutipan," kata Djadja

Sebut Yerusalem Ibukota Israel di Buku Pelajaran IPS, Penerbit Yudistira Minta Maaf
TRIBUNNEWS/FRANCISCUS ADHIYUDHA
Wakil Ketua Umum Penerbit Yudhistira, Djadja Subagdja 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Penerbit Yudhistira, Djadja Subagdja menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait kekeliruan dalam penyampaian informasi dalam buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang menyebutkan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Permintaan maaf tersebut disampaikannya usai pertemuan dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/12/2017).

 "Tidak bermaksud apapun ataupun dengan kesengajaan pengakuan Yerusalem terhadap Israel. Ini benar-benari murni kesalahan pengutipan," kata Djadja Subagdja.

Sebagai bentuk pertanggung jawaban, pihak Yudhistira telah memberikan contok cetakan versi revisi dan akan melakukan pencetakan ulang hasil revisi buku IPS kelas enam tersebut.

"Hari ini saya membawa satu contoh eksemplar buku cetakan baru yang akan didistribusikan sebagai bentuk pertanggung jawaban kesalahan kami," ujar Djadja Subagdja.

Baca: Terlibat Pencurian Uang di ATM, Polda Metro Tangkap Mantan Pemain Bola Kroasia, Vedran Muratovic

Perbaikan tersebut, kata Djadja, dilakukan dengan pencetakan ulang dengan pengoreksian negara-negara Asia Barat di nomor tujuh, Tel Aviv merupakan Ibu kota Israel, dan di nomor 12, Yerusalem adalah ibukota Palestina.

"Kami telah melakukan Sebanyak lima ribu eksemplar telah selesai dicetak pada Jumat lalu," terang Djadja Subagdja.

Nantinya, Yudistira akan melakukan pendistribusian buku revisi tersebut mulai hari ini ke berbagai wilayah provinsi di Indonesia seperti Sumatra, Pulau Jawa, Sulawesi dan lain-lain.

"Kami akan sampaikan kepada siswa, yang lama ditarik dan diganti yang baru. Dikarenakan ini akhir tahun, dan banyak sekolah yang sudah libur bahkan bagi raport, dari Tim Marketing yang memiliki data distribusi akan mulai pendistribusian mulai awal semester," papar Djadja Subagdja.

Sebelumnya, pada Jumat (15/12/2017) lalu, pihak Yudhistira juga telah menyampaikan permohonaan maaf-nya kepada masyarakat Muslim khususnya melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Berita Terkait :#Polemik Yerusalem

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas