Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Jusuf Kalla Tegaskan Tiap Tahun Pemerintah Akan Angkat 100 Ribu Guru Honorer

Kalla beralasan pengangkatan guru honorer adalah menutupi kekurangan tenaga pengajar karena ada guru yang pensiun.

Jusuf Kalla Tegaskan Tiap Tahun Pemerintah Akan Angkat 100 Ribu Guru Honorer
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Wakil Presiden Jusuf Kalla 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan tiap tahun pemerintah akan angkat 100 ribu guru honorer di seluruh Indonesia.

Kalla beralasan pengangkatan guru honorer adalah menutupi kekurangan tenaga pengajar karena ada guru yang pensiun.

Penegasan Jusuf Kalla itu, ia sampaikan dihadapan ratusan guru yang hadir dalam Dialog Publik Pendidikan Nasional, di gedung PGRI Pusat, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2018).

Ujar Kalla, pengangkatan itu tentu akan melalui proses administratif dan ujian yang baik.

"Tentang pengangkatan guru sekali lagi, kita akan mengangkat 100 ribu dan tiap tahun akan mengangkat (guru honorer)," kata Kalla.

"Supaya sekolah lebih baik lagi bukan hanya jumlah gurunya yang kita tingkatkan tapi mutu gurunya harus kita perhatikan," sambung Kalla.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang ditemui di tempat yang sama mengamini hal tersebut.

Ia bahkan berharap akan ada lebih dari 100 ribu guru yang bisa diangkat.

"Kalau saya berdoa mudah-mudahan lebih itulah. Anggaran terbatas, Bu Menkeu memberikan kemungkinan akan ada perhatian khusus," ujar Muhajir.

Sementara, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur mengatakan pihaknya belum memutuskan formasi yang ada.

Ia pun berujar tentu pengangkatan guru honorer perlu melewati syarat dan ketentuan yang ada.

"Jangan salah pengertian. Kami belum memutuskan formasinya. Kemendikbud menyampaikan ada kekurangan guru, maka kita prioritaskan pengangkatan guru baru. Tapi pesertanya tetap harus test. Jadi kalau guru honorer yang umurnya 35 tahun ke bawah silakan ikut test enggak apa-apa," ucap Asman di Istana Bogor, Jawa Barat pada Senin (9/7/2018).(*)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas