Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ketua BAZNAS Hadiri Peluncuran Buku Manajemen Risiko Pengelolaan Zakat

Setelah selama dua tahun melakukan penelitian, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan buku pedoman

Ketua BAZNAS Hadiri Peluncuran Buku Manajemen Risiko Pengelolaan Zakat
TRIBUNNEWS.COM/IST/HO
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan buku Pedoman Manajemen Risiko Pengelolaan Zakat, yang dihadiri oleh Ketua BAZNAS, Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA, di IPB Convention Center, Botani Square, Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/7/2018). Hadir anggota BAZNAS, Irsyadul Halim; Direktur Puskas Dr. Irfan Syauqi Beik; dan Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI), M. Anwar Bashori. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fx Ismanto

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Setelah selama dua tahun melakukan penelitian, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan buku pedoman "Manajemen Risiko Pengelolaan Zakat".

"Kerja besar yang digarap Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS ini merupakan yang pertama di dunia. Kami luncurkan dalam bentuk buku, sehingga bisa menjadi pedoman bagi para stake holders perzakatan di suluruh dunia," ujar Ketua BAZNAS, Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA, di IPB Convention Center, Botani Square, Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/7/2018).

Hadir anggota BAZNAS, Irsyadul Halim; Direktur Puskas Dr. Irfan Syauqi Beik; dan Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI), M. Anwar Bashori.

Irsyadul Halim menambahkan, karya ilmiah tersebut dikerjakan Puskas BAZNAS dalam waktu yang cukup lama, yakni dua tahun. "Buku ini diproyeksikan dicetak dalam dua versi, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris," ucap dia.

Irfan Syauqi Beik memaparkan, secara internasional, buku Manajemen Risiko Pengelolaan Zakat akan di-launching pada Konferensi World Zakat Forum (WZF) pada Desember 2018 mendatang di Malaka, Malaysia.

"Salah satu upaya untuk mengoptimalkan potensi zakat adalah dengan meningkatkan kinerja pengelolaan zakat nasional. Dan hal fundamental yang perlu dilakukan adalah menjaga transparansi, akuntabilitas serta kredibilitas institusi pengelola zakat melalui upaya pengelolaan risiko yang ada," kata dia.

Menurut Irfan, jangan sampai ada aktivitas lembaga zakat yang menimbulkan risiko yang dapat merusak reputasi dan kredibilitasnya.

Dia menjelaskan, yang dihadapi lembaga zakat bisa berupa risiko yang dapat diperkirakan (anticipated) maupun yang tidak dapat diperkirakan (unanticipated) yang berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi institusi zakat.

Meski demikian, lanjut Irfan, risiko-risiko tersebut dapat dikendalikan dan dikelola dengan menggunakan prosedur dana metodologi untuk mengidentifkasi, mengukur, memantau dan
mengendalikan risiko yang timbul di institusi zakat.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: FX Ismanto
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas