Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tiga Pelajar Harima Jepang Lakukan Program Home Stay di SMA Tarakanita 1 Jakarta

Hubungan bilateral antar Negara tidak melulu didominasi kepentingan ekonomi maupun politik. Isu Pendidikan menjadi isu penting hubungan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hubungan bilateral antar Negara tidak melulu didominasi kepentingan ekonomi maupun politik. Isu Pendidikan menjadi isu penting hubungan Indonesia-Jepang melalui 2 lembaga ternama yakni SMA Tarakanita I (Yayasan Tarakanita) dan Harima High School, Hyogo, Jepang. Hubungan kedua Lembaga Pendidikan ini sudah terjalin sejak 28 Mei 2013. Relasi erat antar keduanya terlebih karena memiliki latar belakang kesamaan sebagai sekolah homogen yang seluruh peserta didiknya perempuan. Selain itu, Yayasan Tarakanita memilih Harima sebagai sister school karena Harima memiliki nilai-nilai kedisiplinan, etiket/sopan santun, moral yang sangat baik.

Tahun 2017 SMA Tarakanita 1 mengirim 10 peserta didik terbaik untuk mengikuti program home stay di Harima, Hyogo, Jepang. Dan bergantian pada tahun 2018 pihak Harima mengirim peserta didiknya ke SMA Tarakanita 1 untuk mengikuti program yang sama. Ogawa Yuka, Komoriya Shuri, Noguchi Yuri merupakan peserta didik Harima yang mengikuti program home stay di SMA Tarakanita 1 di tahun 2018. Ketiga peserta didik itu didampingi 2 guru senior dari sekolah Harima yakni Tsunemori Shigemi dan Ishimoto Masatsugu.

Para peserta dan pendamping program Home Stay dari Harima, Jepang juga melakukan kunjungan ke kota Yogyakarta. Mereka akan mengunjungi beberapa candi dan pengrajin batik. Candi dan batik merupakan warisan budaya tradisional Indonesia yang menarik perhatian bagi Negeri Sakura. Sementara saat mereka di Jakarta, para peserta didik dan pendamping dari Harima, Jepang berbagi pengetahuan tentang Jepang seperti penulisan huruf kanji, animasi-animasi Jepang, jenis-jenis makanan di Jepang seperti perbedaan antara udon, somen, dan soba.

Dalam kesempatan berbincang-bincang dengan para peserta didik dan pendamping dari Harima, mereka mengatakan bila kejadian bom yang meledak di kota Surabaya menjadi pertimbangan terutama mengapa hanya 3 peserta didik yang dikirim ke Indonesia. Dan pernyaaan inilah yang membuat kita semakin menyadari dan memahami betapa pentingnya stabilitas keamanan nasional dalam berelasi dengan Negara-negara tetangga.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: FX Ismanto
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas