Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Mendikbud Muhadjir Effendy Minta Sekolah Setop Sementara Rekrut Guru Honorer

Tolong beri saya kesempatan untuk menyelesaikan honorer yang sekarang ini," tegas Muhadjir Effendy

Mendikbud Muhadjir Effendy Minta Sekolah Setop Sementara Rekrut Guru Honorer
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Mendikbud Muhadjir Effendy di Istana Negara, Jumat (11/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta kepada sekolah berhenti merekrut guru honorer.

Hal ini dilakukan karena pihaknya ingin menyelesaikan masalah pengangkatan guru honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Baca: Refleksi Akhir Tahun bidang Pendidikan, PPP Singgung Guru Honorer hingga Dana Abadi Riset

"Kami mengimbau sekolah jangan merekrut guru honorer lagi. Tolong beri saya kesempatan untuk menyelesaikan honorer yang sekarang ini," tegas Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Muhadjir menjelaskan jika sekolah masih merekrut guru honorer otomatis pihaknya akan kesulitan menyelesaikan masalah pengangkatan honorer yang sampai sekarang terus dilakukan.

Padahal saat ini pihaknya terus berupaya membangun sistem rekrutmen guru dengan standar kualifikasi.

"Kalau sekolah terus-terusan mengangkat honorer, kapan kita selesai?" Imbuhnya.

Muhadjir mengaku pihaknya telah rapat di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk melakukan tes Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK).

Baca: Kemendikbud Buka 61 Ribu Sertifikasi untuk Guru Swasta Pada 2019

Tes tersebut ditujukan bagi guru honorer K2 yang jumlahnya sekitar 159 ribu. Dia mengatakan tes akan dilakukan secara tertutup dengan memanggil berdasarkan nama dan alamat.

"Kami akan berusaha supaya 736 ribu guru honorer itu semua ada solusinya, mohon kesabarannya karena akan dilakukan secara bertahap," tambahnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas