Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pemerintah Prioritaskan Peningkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi

Saat ini, kapasitas politeknik dan sekolah vokasi sekitar 975.000 atau kurang dari 325 mahasiswa/tahun

Pemerintah Prioritaskan Peningkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi
surya/ahmad faisol
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melepas para lulusan SMK di Jawa Tengah yang akan menjadi Karyawan AHM pada acara Ekspo Produk dan Job Fair SMK 2015 di SMA Taruna Nusantara, Magelang Selasa (28/7/2015). AHM mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo atas partisipasinya dalam pengembangan dan peningkatan mutu SMK serta besarnya komitmen perusahaan dalam menyerap tenaga kerja dari wilayah provinsi tersebut. 

Laporan wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan prioritaskan peningkatkan kualitas lulusan vokasi (SMK) dan perguruan tinggi, baik universitas maupun politeknik (poltek).

Pendidikan menengah kejujuran (SMK) memang dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang siap bekerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase lulusan SMK yang menganggur menempati urutan teratas dalam data pengangguran.

Setiap tahun, SMK menghasilkan lulusan sekitar 1,4 juta orang. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK, agar produktivitas dan daya saing industri tenaga kerja makin berkualitas.

Fokus pengembangan program ini mencakup 4 sektor yakni manufaktur, pertanian, pariwisata, dan konstruksi.

Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Prof. Agus Sartono, MBA mengungkapkan bahwa setiap tahun jumlah lulusan SMA/SMK lebih dari 3,5 juta, sedangkan yang bisa ditampung di perguruan tinggi hanya sekitar 1,8 juta. Sisanya 1,6-1,7 juta masuk ke pasar tenaga kerja.

Baca: Video Motor Terbakar Saat Konvoi Rayakan Kelulusan SMA/SMK di Karanganyar

Kondisi demikian telah berlangsung sejak 10 tahun terakhir. Oleh sebab itu, angkatan kerja di Tanah Air tak mengalami perbaikan kualitas maupun kuantitas.

Sebanyak 65% angkatan kerja lulusan SD/SMP dan 25% lulusan SMA/SMK serta 10% lulusan perguruan tinggi.

“Kondisi ini harus diperbaiki agar bonus demografi dapat maksimal. Caranya dengan peningkatan kapasitas perguruan tinggi, baik universitas maupun poltek,” ujar Prof Agus Sartono di kantornya, Jakarta, Senin (13/5/3019).

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Lendy Ramadhan
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas