Pesta Bola
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Piala Dunia 2018

Kroasia vs Inggris: Harry Kane Selama ini Jadi Mimpi Buruk Dejan Lovren di Liga Inggris

Kroasia vs Inggris: Harry Kane Selama ini Jadi Mimpi Buruk Dejan Lovren di Liga Inggris
zimbio.com
Dejan Lovren 

Kini, harus diakui, Lovren secara teknik, dan mental, jauh lebih baik dari tahun lalu. Ia telah mematenkan posisinya sebagai palang pintu andalan The Reds bersama Virgil van Dijk.

Di timnas Kroasia pun, bek setinggi 1,88 cm ini selalu jadi starter --perkecualian di laga terakhir penyisihan grup kontra Islandia, yang sudah tak menentukan lagi. Hanya kapten Luka Modric yang  punya menit bermain melebihinya di Kroasia.

Tak hanya itu, Lovren pun menjadi pemain dengan angka tertinggi dalam urusan cearance, dan blok di Kroasia saat ini. Dan hanya Ivan Rakitic, serta Modrid yang melebihinya dalam urusan produktivitas assists.

Lovren juga menjadi pemain dengan angka tertinggi dalam urusan cearance, dan blok di Kroasia saat ini. Dan hanya Ivan Rakitic, serta Modrid yang melebihinya dalam urusan produktivitas assists. Semua itu menunjukkan betapa tingginya pengaruh sang bek untuk tim berjuluk The Vatreni ini.

Tapi bagi Lovren, Inggris tentu saja bukan Harry Kane seorang. Ada banyak pemain berbahaya lain di tim Tiga Singa ini. Yang paling diwaspadainya adalah ancaman bola mati. 

Memang, dari sebelas gol Inggris di Piala Dunia ini, hanya tiga yang lahir dari open play. Sisanya dari eksekusi bola mati, yakni lima set pieces, dan tiga penalti. 

Tim Tiga Singa ini juga paling unggul dalam hal duel udara, dengan 58,9 persen sukses, jauh melebihi tim lainnya.

Di pihak lain, kubu Inggris mewaspadai aksi sang playmaker Kroasia, Luka Modric. Bersama Ivan Rakitic, keduanya menjadi pemain kunci tim berjuluk The Vatreni ini untuk bisa melenggang sampai ke semifinal.

Dalam kolomnya di BBC, mantan pemain timnas Inggris, Jermaine Jenas menyebut syarat Inggris untuk bisa menaklukkan Kroasia tak lain adalah dengan mematikan para gelandangnya, terutama Modric.

"Modric jadi ancaman utama nanti, bukan hanya karena ia punya visi, bisa menendang dengan dua kaki, dan sangat kreatif. Tapi juga karena ia punya karakter juara sejati. Ia bisa menularkan semangat kemenangan untuk rekan-rekannya. Saya pernah merasakan itu," tulis Jenas yang pernah bermain bersama Modric di Tottenham Hotspur.

  Loading comments...

Berita Populer

Latest News

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas