Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Debat Kandidat Dalam Bahasa Inggris, KPU: We Will Discuss

Komisioner KPU RI, Viryan Aziz, mengatakan pihaknya masih sebatas menerima masukan.

Debat Kandidat Dalam Bahasa Inggris, KPU: We Will Discuss
Glery Lazuardi/Tribunnews.com
Viryan Aziz 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - KPU RI akan menerima masukan dari berbagai pihak mengenai konsep debat kandidat calon presiden-calon wakil presiden di pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Masukan tersebut seperti penggunaan bahasa Inggris dalam sesi debat. Selain itu, ada usulan lomba mengaji dan shalat antara pasangan capres-cawapres.

Komisioner KPU RI, Viryan Aziz, mengatakan pihaknya masih sebatas menerima masukan.

Nantinya, akan dilakukan pembahasan antara KPU dengan tim sukses dari masing-masing pasangan capres-cawapres.

"We Will Discuss. Yang jelas usulan menggunakan bahasa masukan. Kami prinsip menghargai masukan. Yang disampaikan kami respon positif, tetapi akan dibahas," kata Viryan, ditemui di kantor KPU RI, Jumat (14/9/2018).

Selama ini, sepanjang debat kandidat antara pasangan capres-cawapres, kata dia, belum pernah ada penggunaan bahasa Inggris. Oleh karena itu, menurut dia, harus dipastikan apakah masyarakat memahami bahasa tersebut.

"Perlu diketahui yang menyaksikan seluruh rakyat. Apakah rakyat menguasai Bahasa Inggris?. Bahasa sarana komunikasi," kata dia.

Nantinya, dia menjelaskan, setelah penetapan pasangan capres-cawapres pada 20 September mendatang, pihak KPU akan mengadakan pertemuan dengan tim sukses dari masing-masing paslon.

Di dalam pertemuan itu akan dibahas berbagai macam hal termasuk konsep debat kandidat pasangan capres-cawapres.

"Nanti, kami ketemu setelah penetapan peserta pemilu. Ada tim nanti kami berembuk," ujarnya.

Dia menambahkan, pada prinsipnya debat kandidat itu dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

"Supaya proses debat berjalan efisien. Bertujuan meningkatkan efektifitas kampanye," katanya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas