Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Respon Kritik Terhadap Iklan Pemerintah yang Tayang di Bioskop, Jokowi: Masak Suruh Diam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara perihal polemik iklan capaian pemerintah yang tayang di bioskop.

Respon Kritik Terhadap Iklan Pemerintah yang Tayang di Bioskop, Jokowi: Masak Suruh Diam
Instagram.com/@jokowi
Jokowi 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara perihal polemik iklan capaian pemerintah yang tayang di bioskop.

Hal tersebut viral karena sebuah akun di Twitter mengunggah cuplikan iklan capaian pemerintah sebelum film dimulai sehingga menimbulkan pro dan kontra di berbagai kalangan.

Dikutip TribunWow dari Kompas.com, Jokowi menegaskan bahwa hal tersebut merupakan tugas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mensosialisasi program pemerintah yang sudah, sedang, maupun belum selesai.

Hal ini bertujuan agar masyarakat Indonesia mengikuti informasi terkait program yang tengah dikerjakan pemerintah.

"Itu memang tugasnya Kemenkominfo. Itu amanat undang-undang bahwa baik pembangunan yang sudah selesai, masih dalam proses atau belum selesai, harus terus diinfokan ke masyarakat agar masyarakat mengikuti (informasi)," tutur Jokowi, Jumat (14/9/2018).

Jokowi menambahkan bahwa hal yang dilakukan Kemenkominfo ini sama seperti hal yang dikerjakan Departemen Penerangan pada era Orde Baru yang memiliki fungsi sama.

"Kalau dulu, misalnya, Menteri Penerangan yang menerangkan. Lalu masak suruh diem gini, gimana sih?" ujar Jokowi sambil memperagakan menutup mulut.

Diberitakan sebelumnya, Kemenkominfo memberi klarifikasi terkait pemberitaan iklan pemerintah yang memuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) di bioskop.

Dirilis dari halaman Facebook Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu, melalui video klarifikasi yang diunggah melalui akun Facebook pribadinya, Rabu (12/9/2018) malam.

Dalam videonya Ferdinandus mengungkapkan hal tersebut bukan bagian dari kampanye.

Halaman Selengkapnya >

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas