Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Hasto: Prabowo Menepuk Air di Dulang Terpercik Muka Sendiri

"Kubu Petahana akan siap berdebat sekiranya yang disampaikan adalah konsepsi ekonomi Indonesia yang sesuai konstitusi yang selama ini terus..."

Hasto: Prabowo Menepuk Air di Dulang Terpercik Muka Sendiri
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Sekertaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengkritisi pernyataan yang dilontarkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Bak pepatah 'menepuk air di dulang terpercik muka sendiri', itulah menurut Hasto yang sedang dimainkan Prabowo saat berpidato pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Kamis (11/10/2018).

Baca: Pelaku Bisnis di Lebanon Ikuti Seminar Perdagangan dan Investasi Indonesia

Prabowo mengatakan, sistem ekonomi di Indonesia saat ini tidak berjalan dengan benar.

Prabowo menilai, sistem ekonomi yang berjalan lebih parah dari paham neoliberalisme yang dianut oleh Amerika Serikat.

"Evaluasi kritis bahkan cenderung otopis yang dituduhkan oleh Pak Prabowo bahwa sistem ekonomi Indonesia saat ini melebihi neo-liberal dan dikatakan ekonomi kebodohan hanyalah klaim sepihak tanpa dasar," ujar Politikus PDI Perjuangan ini dalam keterangannya kepada Tribunnews.com, Jumat (12/10/2018).

Sejarah mencatat, kata Hasto, reformasi lahir karena koreksi atas sistem yang otoriter dimana ekonomi kekuasaan saat itu hanya didominasi kroni Presiden kedua RI, Soeharto.

"Pak Prabowo seharusnya paham hal ini," Sekjen PDI Perjuangan ini.

Baca: Diperkuat Egy Maulana Vikri, Timnas Indonesia U-19 Akan Semakin Berbahaya

Saat itu, dia mengingatkan kembali, ekonomi kekuasaan ditopang oleh sistem otoriter.

"Dalam sistem itu mereka yang kritis dipenjara, bahkan diculik dan terkadang dimusnahkan," tegasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas