Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Politikus Demokrat: Buzzer Politik Sebuah Kebutuhan, Hanya Tata Caranya Tidak Diatur

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, mengatakan bahwa buzzer media sosial berperan penting dalam dunia politik.

Politikus Demokrat: Buzzer Politik Sebuah Kebutuhan, Hanya Tata Caranya Tidak Diatur
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean (jas hitam) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, mengatakan bahwa buzzer media sosial berperan penting dalam dunia politik.

Hal tersebut ia sampaikan dalam acara diskusi 'Buzzer Politik di Sosial Media, Efektifkah?' di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/18).

"Buzzer politik sebuah kebutuhan, hanya tatacaranya kurang bagus dan tidak diatur,” kata Ferdinand.

Apalagi, banyak akun medsos, utamanya Twitter yang menyembunyikan identitas aslinya.

Baca: Anies Beberkan Makna Samawa dalam Peluncuran Program Rumah DP 0 Rupiah

Padahal belum lama ini, kata dia, masyarakat Indonesia diminta melakukan registrasi nomor telepon seluler mereka secara resmi.

Meski demikian, Ferdinand menegaskan, jika dirinya tidak pernah menggunakan buzzer.

Medsos yang ia miliki, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, ia gunakan sendiri.

"Saya menikmati betul situasi media sosial Twitter, meski ada yang di luar batas, seperti membully. Tapi sebagai politisi, terjun ke medsos ya saya harus siap dengan itu,” ujarnya.

Baca: Politikus PPP: Hadiah Bagi Pelapor Korupsi Dalam Rangka Dorong Percepatan Pemberantasan Korupsi

Soal adanya arahan dari Partai Demokrat untuk melancarkan isu-isu ataupun tagar di medsos, Ferdinand secara tegas mengatakan tidak ada instruksi soal itu.

Jangankan soal arahan melancarkan isu ataupun tagar, arahan untuk membela Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono saja tidak ada.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 Segera Berakhir, Kemendikbud Umumkan Batas Akhir Pengiriman Berkas Lamaran

"Tidak ada, tapi tanpa diperintah, kader kami akan membela, tidak ada perintah secara khusus," tutur Ferdinand.

"Kami dilatih menggunakan media sosial, memanfaatkan medsos untuk berinteraksi komunikasi kepada masyarakat melalui medsos, kita ajari kader komunikasi, sehingga apa yang dibicarakan pas,” imbuhnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas