Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Elite PDIP: Bergabungnya Yusril Tunjukan Keberpihakannya Kepada Jokowi-Ma’ruf Amin

"Pilihan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin adalah pilihan yang rasional untuk kepentingan bangsa dan negara," ujar Andreas Hugo Pareira

Elite PDIP: Bergabungnya Yusril Tunjukan Keberpihakannya Kepada Jokowi-Ma’ruf Amin
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Yusril Ihza Mahendra, saat diambil sumpahnya sebagai advokat di Pengadilan Tinggi DKI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018). Yusril merupakan satu diantara 731 orang yang diajukan Perhimpunan Advokat Indonesia pimpinan Fauzi Hasibuan sebagai advokat. Yusril mengaku konsisten barada di Peradi Pimpinan Fauzi Hasibuan. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pereira mengatakan bergabungnya Yusril Ihza Mahendra menunjukkan keberpihakkannya kepada pasangan calon presiden (capres)-Cawapres, Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

"Pilihan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin adalah pilihan yang rasional untuk kepentingan bangsa dan negara," ujar Andreas Hugo Pareira ini kepada Tribunnews.com, Rabu (7/11/2018).

Baca: Yusril Ihza Mahendra Mengaku Sulit Menghubungi Prabowo Subianto

Karena, kata Andreas Hugo Pareira, bangsa ini membutuhkan pemimpin yang mempunyai komitmen kepada kepentingan rakyat.

Pun kepentingan NKRI yang berdasarakan ideologi Pancasila yang merupakan dasar negara yang mempersatukan kita sebagai bangsa.

"Yusril tentu tahu siapa diantara Capres-Cawapres yang meruapkan representasi kepentingan bangsa dan negara," jelas Andreas Hugo Pareira.

Yusril Ihza Mahendra telah setuju menjadi pengacara pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Kiai Ma'ruf Amin.

Yusril bercerita mengenai pertemuannya dengan Ketua Umum Tim Kampanye Nasional Jokowi-Mar'uf, Erick Thohir di salah satu hotel di Jakarta. Dalam pertemuan itu, ucap Yusril, Erick mempertanyakan kesediaan untuk menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf.

"Kami bincang-bincang dan Pak Erick menanyakan kepastian apakah saya bersedia menjadi lawyernya Pak Jokowi - Pak Kiyai Ma’ruf Amin dalam kedudukan beliau sebagai paslon capres-cawapres," ujar Yusril saat dikonfirmasi wartawan, Senin (5/11/2018).

Yusril pun menjawab kesediaan untuk menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf.

"Maka saya katakan pada Pak Erick, setelah cukup lama hal ini didiskusikan dengan saya, akhirnya saya memutuskan untuk setuju dan menjadi lawyernya kedua beliau itu," tuturnya.

Yusril menerangkan, pada Pilpres 2014 dirinya juga pernah menjadi ahli dalam gugatan Prabowo Subianto kepada Komisi Pemilihan Umum tentang hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi.

Baca: Yenny Wahid Sambut Positif Yusril Jadi Pengacara Jokowi-KH Maruf Amin

Dan itu tanpa bayaran. Sama halnya dengan menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf, Yusril pun mengaku tak dibayar.

"Pak Erick mengatakan bahwa jadi lawyer Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf ini pro deo alias gratis tanpa bayaran apa-apa. Saya bilang saya setuju saja," kata Yusril.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas