Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Pengamat: Permintaan Maaf Prabowo akan Berdampak Positif Pada Swing Voters di Luar Boyolali

"Ini sangat positif bagi Prabowo minimal untuk meredam kontroversi yang terjadi," ujar Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI ini

Pengamat: Permintaan Maaf Prabowo akan Berdampak Positif Pada Swing Voters di Luar Boyolali
TRIBUN JAKARTA/BIMA PUTRA
Calon Presiden Prabowo Subianto saat memberikan paparan di depan para pendukung di Soneta Record, Cilodong, Depok, Minggu (28/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, permintaan maaf Prabowo Subianto soal "Tampang Boyolali" akan meredam kontroversi yang terjadi.

"Ini sangat positif bagi Prabowo minimal untuk meredam kontroversi yang terjadi," ujar Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI ini, kepada Tribunnews.com, Rabu (7/11/2018).

Baca: Prabowo Subianto Minta Maaf soal Tampang Boyolali, Sekjen PDIP Angkat Suara

Untuk kembali meraih hati publik Boyolali, menurut Hendri Satrio, itu masih membutuhkan waktu alias tidak instan.

Namun, dia menilai, permintaan maaf Prabowo ini akan berimbas positif bagi swing voter di daerah lain yang akan menilai positif.

"Nah sekarangkan tinggal menunggu respon orang Boyolali yang kemarin marah-marah, semoga mereka juga memaafkan Prabowo," ucap Hendri Satrio.

Melaui vlog bersama kordinator Juru bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, Prabowo menyampaikan permintaan maaf apabila ada yang tersinggung dengan pidatonya tersebut.

"Saya tidak maksud menghina, Tapi kalau ada yang merasa tersinggung saya minta maaf," kata Prabowo dalam vlog di akun Instagram Dahnil yang diunggah, Selasa malam, (6/11/2018).

Prabowo kemudian menjelaskan mengenai pidato tersebut. Pidato disampaikan dalam acara peresmian gedung yang pesertanya berasal dari kader partai mitra koalisi yang jumlahnya sekitar 400 sampai 500 orang.

Dalam pidato kurang lebih satu jam tersebut Prabowo mengatakan tidak ada sama sekali niatan untuk merendahkan warga Boyolali. Pernyataan 'Tampang Boyolali' tersebut merupakan gaya bicaranya yang merasa dekat dengan warga.

"Tidak ada niat sama sekali, itu kan cara saya bicara, familier, ya istilah bahasa bahasa sebagai orang temen," katanya.

Adapun menurut Prabowo pidato 'Tampang Boyolali' tersebut tersebar dalam cuplikan video yang hanya berdurasi dua menit. Padahal dalam pidato utuhnya ia berbicara mengenai masalah kesenjangan, ketimpangan, dan ketidakadilan.

"Itu bukan menghina, itu empati, kalau saya bicara tampang itu Boyolali, itu selorohnya empati, saya tahu kondisi kaluhan yang saya permasalahkan adalah ketidakadilan, kesenjangan, ketimpangan, dan Indonesia masih tidak adil, dan kalau saya disebut Tampang Bojong koneng terimakasih lah. Saya tidak maksud menghina," katanya.

Baca: PKS: Prabowo Tunjukkan Kebesaran Jiwanya Minta Maaf Terkait Pidato Tampang Boyolali

Prabowo mengaku siap apabila ada yang menginginkan dialog, akibat pernyataannya tersebut. Malah menurutnya dialog harus dikedepankan dalam menyelesaikan permasalahan.

"Kalau ada dilaog langsung tidak ada masalah,baik baik saja, Demikrasi ya harus dinamis. Diaogis, kalau kita tidak boleh melucu seloroh, joking, bercanda, ya bosen.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas