Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Klarifikasi Atau Minta Maaf Harus Dilakukan Prabowo Guna Turunkan Tensi Politik

Namun demikian, Arlan Siddha mengatakan, permintaan maaf ini tidak otomatis semua menjadi baik-baik saja.

Klarifikasi Atau Minta Maaf Harus Dilakukan Prabowo Guna Turunkan Tensi Politik
Twitter/@khairulalpacer
Prabowo Subianto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Permintaan maaf yang dilakukan Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto kepada publik tentang "tampang Boyolali" menjadi itikad baik dari Prabowo dalam suasana tahun politik seperti ini.

Demikian pengamat politik dari Universitas Jenderal Achmad Yani, Arlan Siddha mengatakan kepada Tribunnews.com, Kamis (8/11/2018).

"Langkah klarifikasi atau meminta maaf harus dilakukan untuk menurunkan tensi politik. Juga bisa meredam," ujar Arlan Siddha.

Namun demikian, Arlan Siddha mengatakan, permintaan maaf ini tidak otomatis semua menjadi baik-baik saja.

Terutama, kata dia, persepsi publik, khususnya warga Boyolali kepada Prabowo terkait yang sudah dikatakan "tampang Boyolali".

"Pak Prabowo mungkin bisa dimaafkan oleh masyarakat Boyolali tapi bekas rasa sakit akan terus diingat terlebih tahun ini tahun politik masyarakat akan membuat catatan tersendiri pada pak Prabowo," jelas Arlan Siddha.

Untuk itu menurut Arlan Siddha, kubu Prabowo-Sandiaga Uno perlu kerja keras untuk membuat citra Ketua Umum Gerindra itu kembali positif di mata publik, khususnya di Boyolali.

"Terutama pada strategi politik pemasaran pak Prabowo di Boyolali," jelas Arlan Siddha.

Baca: Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan Kepada Enam Tokoh

Melaui vlog bersama kordinator Juru bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, Prabowo menyampaikan permintaan maaf apabila ada yang tersinggung dengan pidatonya tersebut.

"Saya tidak maksud menghina, Tapi kalau ada yang merasa tersinggung saya minta maaf," kata Prabowo dalam vlog di akun Instagram Dahnil yang diunggah, Selasa malam, (6/11/2018).

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas