Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Soal Janji Tak Impor Barang Pasangan Nomor Urut 2, Maruf Amin: Saya Kira Kalau Kita Masih Sulit

Calon wakil presiden nomor urut satu, Maruf Amin menanggapi janji calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 yang tidak akan impor barang.

Soal Janji Tak Impor Barang Pasangan Nomor Urut 2, Maruf Amin: Saya Kira Kalau Kita Masih Sulit
capture video
Maruf Amin menanggapi janji pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 mengenai tidak akan impor barang atau kebutuhan apapun dari luar negeri, Selasa (6/11/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut satu, Maruf Amin menanggapi janji calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 yang tidak akan impor barang, Selasa (6/11/2018).

Maruf Amin, calon wakil presiden nomor urut 01 mengatakan bahwa untuk tidak mengambil kebijakan impor sulit dilakukan.

"Saya kira kalau kita masih sulit (untuk tidak impor), kita masih banyak perlu bahan baku yang masih belum," pungkas Ketua MUI non aktif.

"Saya kira impor itu kalau yang masih kurang dan kita butuh ya impor tapi tidak berlebihan kan, jadi harus seimbang aja," tutup Maruf.

Kubu calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali menyoroti kebijakan impor pemerintah.

Setelah kebijakan beras dan gula, poros oposisi mempermasalahkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 7 Tahun 2018 soal perluasan Impor bahan baku semen (klinker) dan semen.

"Ayo sekarang kita berdebat masalah substansial. Sekarang pelaku Industri semen di Indonesia, khususnya BUMN, seperti Semen Indonesia, Tonasa, Semen Padang, Gresik,‎ mereka mengeluhkan perluasan impor klinker (bahan dasar) semen dan juga semen biasa oleh pemain lokal," kata Juru Bicara Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, Rabu (7/11/2018),

Menurut Andre, Permendag tersebut mempermudah masuknya klinker dan semen dari pasar internasional ke Indonesia.

Hal tersebut menurutnya mengancam industri semen dalam negeri.

Ia mengatakan saat ini banyak perusahaan semen yang terpaksa ‎menurunkan produksinya hingga 20 persen karena banyaknya semen Impor.

Baca: Impor Beras Dinilai Penting untuk Jaga Stabilitas Harga dan Stok Nasional

Baca: Kubu Prabowo Kembali Pertanyakan Kebijakan Impor Pemerintah

(*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Samuel Febrianto
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas