Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Jubir Prabowo-Sandi: Mungkin Jokowi Sudah Pernah Lihat Genderuwo

Sebelumnya saat berada di Tegal, Jawa Tengah Jokowi menyebut bahwa saat ini ada politikus yang menggunakan politik genderuwo.

Jubir Prabowo-Sandi: Mungkin Jokowi Sudah Pernah Lihat Genderuwo
KOMPAS.com/wijaya kusuma
ilustrasi.Dua gendruwo menghibur ribuan orang di acara kirab budaya merapi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku tidak paham dengan politik genderuwo yang disebutkan Jokowi. Menurut Dahnil hingga saat ini, ia tidak mengetahui rupa genderuwo.

Sebelumnya saat berada di Tegal, Jawa Tengah Jokowi menyebut bahwa saat ini ada politikus yang menggunakan politik genderuwo.

"Gederuwo itu bentuknya gimana sih? Saya minta tolong dijelaskan dong. Mungkin Pak Jokowi tahu dan pernah melihat. Soalnya saya tidak pernah melihat," ujar Dahni saat dihubungi, Jumat, (9/11/2018).

Terlepas dari bentuk rupanya, Dahnil sepakat bila cara cara politik yang menakuti rakyat harus dihilangkan. Cara cara menstigma kelompok yang berbeda pandangan politik harus dihentikan.

"Mari kita sudahi menebar ketertakutan dengan ancaman hukum dan kekuasaan dengan menggunakan alat negara, apalagi dengan kata-kata 'akan kami cari kesalahan kalian, kapan kalian tak pernah buat salah'," katanya.

Selain itu, ia juga meminta hentikan propaganda-porganda bahwa Indonesia akan seperti Suriah, dan menyebut mereka yang kritis sebagai anti pancasila.

"Stop menebar ketertakutan kepada para Ulama dan cerdik pandai yang kritis sebagai kelompok anti NKRI dan Anti Pancasila," pungkasnya.

Baca: KPK Sita Tanah Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan Senilai Rp 6 Miliar

Sebelumnya Jokowi kembali menggunakan istilah nyeleneh dalam pidatonya ketika menyinggung kondisi politik saat ini. Setelah menyebut Politikus Sontoloyo yang kemudian menuai kontroversi, Jokowi kini menyebut politik genduruwo.

"Kita lihat dengan propaganda menakutkan, membuat kekhawatiran, dan membuat ketidakpastian. Masyarakat lalu digiring dan dibuat ragu ragu. Cara cara politik seperti ini tidak beretika, dan itu namanya politik genderuwo, menakut nakuti," kata Jokowi di Tegal, Jawa Tengah, Jumat, (9/11/2018).

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas