Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Pengamat: Komunikasi Politik yang Dilakukan Jokowi Tidak Lazim

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai gaya komunikasi politik Jokowi tidak lazim

Pengamat: Komunikasi Politik yang Dilakukan Jokowi Tidak Lazim
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Hendri Satrio 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai gaya komunikasi politik Jokowi tidak lazim ketika menyatakan politik genderuwo.

Apalagi Jokowi saat ini sebagai calon presiden petahana dalam Pilpres 2019.

"Memang sebagai petahana komunikasi politik yang dilakukan Jokowi tidak lazim," ujar pendiri lembaga survei KedaiKOPI ini kepada Tribunnews.com, Jumat (9/11/2018).

Baca: Peneliti LIPI: Saya Tidak Tahu, Kenapa Presiden Jokowi Jadi Agresif Begitu

Bila mengacu pada teori fungsi kampanye, Hendri Satrio menjelaskan, seharusnya Jokowi mempromosikan diri (acclaim) atau minimal bertahan (defense).

"Bukan ikut attack atau menyerang," ujar Hendri Satrio.

Dia menilai, pernyataan Jokowi terkait politik genderuwo dan sebelumnya politik sontoloyo sebagai bentuk gaya komunikasi menyerang dari seorang petahana.

Kondisi ini menurut Hendri Satrio, bisa terjadi karena 3 hal.

Pertama, Jokowi terpengaruh buzzer atau pembisiknya sehingga terpancing.

Baca: Arah Dukungan PBB dalam Pilpres 2019 Akan Disampaikan Setelah Rakernas

Kedua, kubu Jokowi panik sehingga memaksakan diri keluar.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas