Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

PKS: Dulu Jokowi Menang Karena Santun Dalam Berkata Sekarang Ngepop dan Aneh-aneh

Mardani mengingatkan, Jokowi menang dalam pilpres 2014 lalu karena santun dan tidak aneh-aneh dalam berkata.

PKS: Dulu Jokowi Menang Karena Santun Dalam Berkata Sekarang Ngepop dan Aneh-aneh
Tribunnews.com/Glery Lazuardi
Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Mardani Ali Sera menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal politik genderuwo.

Menurut Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, Jokowi pandai menggunakan istilah ngepop.

Namun, inisiator #2019GantiPresiden ini mengingatkan Jokowi untuk menggunakan bahasa yang santun, agar citra yang dibangun tidak jadi rusak.

"Hati-hati citra yang dibangun jadi rusak. Karena masyarakat, khususnya suku Jawa, selalu berusaha santun dan menggunakan rasa," ujar ketua timses Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilgub DKI Jakarta ini kepada Tribunnews.com, Jumat (9/11/2018).

Mardani mengingatkan, Jokowi menang dalam pilpres 2014 lalu karena santun dan tidak aneh-aneh dalam berkata.

"Dulu pak Jokowi menang karena santun dan pendek dalam berkata. Sekarang ngepop dan aneh-aneh," jelas Mardani Ali Sera.

Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan di Kabupaten Tegal, Jumat (9/11/2018), sempat menyindir politikus yang doyan menyebar propaganda dan ketakutan kepada masyarakat di tahun politik ini.

Ia menyebutnya sebagai politikus gerenduwo (genderuwo).

"Ya politikus gerenduwo itu yang melakukan cara- cara berpolitik dengan propaganda. Menakut- nakuti dan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat," kata Jokowi.

Baca: Polisi Bakal Periksa Kejiwaan Penyerang Polsek Penjaringan

Dalam KBBI genderuwo merupakan hantu yang konon serupa manusia yang tinggi besar dan berbulu tebal.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas