Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Politik Genderuwo Itu Istilah Simbolik Kepada Pihak Yang Selalu Lontarkan Pandangan Pesimistis

Ace Hasan Syadzily menjelaskan politik genderuwo adalah istilah simbolik yang ditunjukan kepada pihak-pihak yang selalu melontarkan pandangan pesimis

Politik Genderuwo Itu Istilah Simbolik Kepada Pihak Yang Selalu Lontarkan Pandangan Pesimistis
Tribunnews.com
Ketua DPP Partai Golkar bidang Media dan Penggalangan Opini Ace Hasan Syadzily kecam keras adanya indikasi perdagangan perempuan ke China. Pernyataan ini diutarakan Ace, di ruangannya di lantai 12, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menjelaskan politik genderuwo adalah istilah simbolik yang ditunjukan kepada pihak-pihak yang selalu melontarkan pandangan-pandangan yang pesimistis tentang bangsa ini.

Demikian disampaikan Koordinator Bidang Komunikasi, Media, dan Penggalangan Opini Golkar ini terkait sindiran Jokowi mengenai "politik genderuwo."

Juga politik genderuwo itu, menurut Ace, adalah istilah simbolik yang ditunjukan kepada pihak-pihak yang selalu melontarkan pandangan politik ketidakpastian, pesimisme dan kebohongan.

"Seakan-akan kita akan menghadapi krisis ekonomi yang menakutkan dengan menyebut bahwa harga-harga di pasar mengalami kenaikan. Sehingga mendorong masyarakat menjadi khawatir dengan kondisi ekonomi saat ini," ujar Ace kepada Tribunnews.com, Jumat (9/11/2018).

Padahal, imbuh Ace, kalau dilihat situasi dan kondisinya ya semakin membaik.

Coba lihat saat, dia menjelaskan, dolar Amerika sudah mulai menjinak ke kisaran Rp 14.600-an yang kemarin menembus Rp 15.000-an.

Angka inflasi pun tegas dia, masih dapat dikendalikan.

"Pemerintah diam-diam bekerja dengan sungguh-sungguh dalam menghadapi tekanan ekonomi pasar.," ujar Ace.

Melalui pernyataannya, menurut Ace, Jokowi juga ingin mengingatkan semua pihak bahwa perbedaan politik itu biasa dalam negara demokrasi.

Baca: Wiranto Klaim Aksi Bela Tauhid Ditunggangi HTI

"Kita boleh berbeda pandangan dalam berpolitik. Politik jangan membuat kita semua menjadi terpecah-pecah. Kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan sebagai bangsa. Demokrasi jangan membuat kita terpecah belah," tegas Ace.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas