Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Politik Genderuwo di Mata Akbar Tanjung

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tanjung menanggapi soal 'Politikus Genderuwo' yang dilontarkan oleh calon presiden Joko Widodo.

Politik Genderuwo di Mata Akbar Tanjung
Tribunnews.com/Glery Lazuardi
Akbar Tandjung. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Senior Partai Golkar Akbar Tanjung menanggapi soal 'Politikus Genderuwo' yang dilontarkan oleh calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi

Akbar Tanjung meyakini Politikus Genderuwo yang dimaksud adalah politik yang menebarkan rasa ketakukan kepada masyarakat. Menurut Akbar Tanjung, Jokowi melontarkan itu dengan semangat untuk memperbaiki dunia politik tanah air.

"Tapi artinya itu bahwa beliau tentu melihat perpolitikan kita ini masih ada yang harus kita perbaiki. Dalam rangka untuk memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan kita sebagai bangsa," ujar Akbar Tanjung di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).

Akbar Tanjung mengatakan dalam kontestasi politik, tujuannya adalah untuk memperebutkan jabatan.

Karena berpolitik, ucap Akbar, hakikatnya bagaimana untuk mendapatkan posisi politik atau memperoleh kekuasaan dan itu dilakukan dengan berkompetisi. Namun, dalam berkompetisi ada nilai-nilai yang harus dijaga. Terutama yang berbasis pada nilai-nilai negara.

Baca: Petinggi Partai Demokrat Ogah Komentari Politikus Genderuwo

"Terutama pada nilai pancasila, nilai kekeluargaan, kebersamaan, solidaritas, itu salah satu hal yang harus kita jaga, jadi walaupun ada kompetisi tetap berbasis pada nilai yang menggambarkan niat ke-Indonesiaan kita," ucapnya.

Pernyataan Jokowi soal politikus genderuwo menjadi pergunjingan di publik. Disampaikan Jokowi saat melakukan kunjungan di Kabupaten Tegal, Jumat (9/11/2018). Politikus genderuwo adalah sindiran kepada politikus yang suka menyebar propaganda dan ketakutan kepada masyarakat di tahun politik ini.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas