Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Sudirman Said Sebut ''Leadership'' Jokowi Belum Mampu Halau Praktik Korupsi

Sudirman Said menyebut leadership dari seorang kepala negara saat ini belum bisa menghalau praktek kotor korupsi.

Sudirman Said Sebut ''Leadership'' Jokowi Belum Mampu Halau Praktik Korupsi
Istimewa
Direktur Materi Debat dan Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Materi Debat dan Kampanye BPN Prabowo-sandi, Sudirman Said menyebut leadership dari seorang kepala negara saat ini belum bisa menghalau praktek kotor korupsi.

Sudirman berkaca dari indeks prestasi korupsi Indonesia yang menurun dibanding periode-periode sebelumnya.

Selain itu, diperparah dengan rekapan data selama 15 tahun dimana sebanyak 302 dari 600 total pejabat korup, terlibat korupsi pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Dengan kondisi seperti itu, Sudirman yang juga Pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) itu menyebut Indonesia membutuhkan pemimpin yang lebih bisa bekerja secara strategis, memiliki prioritas dan konsep matang untuk bisa memperbaiki itu semua.

Baca: Jokowi Minta Mendikbud Sederhanakan Hal-Hal Terkait Administrasi Guru

Tak hanya terpaku pada paslon Prabowo-Sandi, menurutnya semua pemimpin dan partai-partai politik di Indonesia harus memiliki pandangan yang sama dalam menghadapi dan mencegah kondisi tersebut makin parah.

"Angka tadi mengatakan bahwa keadaaan sekarang itu alami pelemahan kontrol, dan kita butuh pemimpin yang lebih bekerja strategis, punya prioritas, berkonsep sehingga prioritas ditata. Siapapun pemimpin, partainya harus punya pandangan seperti itu," kata Sudirman di kawasan Jalan Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12/2018).

Politisi Gerindra itu berharap data-data yang dia paparkan bisa dijadikan rujukan bersama kepada mereka yang memimpin negeri ini kelak.

Sebab agenda penyelesaian korupsi bukan hanya menjadi tugas satu orang, atau partai tertentu saja. Melainkan seluruh bangsa, termasuk partai di sisi pemerintah maupun oposisi.

"Mudah-mudahan ini bisa jadi pekerjaan rumah bersama siapapun yang memerintah. Ini tanggung jawab bersama bukan cuma partai," pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas