Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

PSI Usul Korupsi Masa Orde Baru Masuk dalam Topik Debat Capres-Cawapres 2019

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengusulkan korupsi masa orde baru dibahas dalam debat antara pasangan calon presiden.

PSI Usul Korupsi Masa Orde Baru Masuk dalam Topik Debat Capres-Cawapres 2019
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Raja Juli Antoni 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengusulkan korupsi masa orde baru dibahas dalam debat antara pasangan calon presiden pada pemilihan presiden 2019.

Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni mengatakan momentum peringatan hari antikorupsi sedunia yang jatuh 9 Desember nanti jadi semangat untuk membuka diskursus 'korupsi stadium 4' yang dipidatokan capres 02 Prabowo Subianto di mata asing.

"Diskursus itu nantinya bisa jadi usulan buat Komisi Pemilihan Umum agar 'korupsi orde baru' masuk dalam materi debat capres-cawapres," ujar Antoni melalui keterangan tertulisnya, Selasa (4/12/2018).

Baca: Kuasa Hukum Tommy Soeharto Sebut Kasus Gedung Granadi Tidak Benar dan Rugikan Kliennya

Sebab, menurut Antoni, usulan itu jauh lebih mendidik masyarakat secara politik, daripada berkila bahwa Soeharto bukan simbol Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme atau Soeharto bukan guru korupsi.

"Saya dan mungkin mas Basarah akan siap jika diajak berdebat tentang 'warisan orde' yang dipuja-puji kubu pak Prabowo-Sandi daripada kita menjadi 'dokter' yang menyalahkan data KPK tentang korupsi orde baru," tutur Antoni.

Baca: KPK Ajak Partai Politik Berkomitmen Mencegah Korupsi di Indonesia

Jelang hari antikorupsi sedunia, menurut Antoni, diharapkan indeks korupsi Indonesia bisa diperbaiki bersama. Terutama dengan lembaga penegak hukum.

"Tanpa menuding pemerintahan pak Jokowi yang bertanggungjawab, itu wilayah intitusi antikorupsi," ucap Antoni.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas