Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pipres 2019

Soal Kasus 'Guru Korupsi', Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Dukung Ahmad Basarah

Tim Kampanye Nasional Joko Widodo- Ma'ruf Amin akan memberikan dukungan terhadap Ahmad Basarah yang dilaporkan ke pihak kepolisian.

Soal Kasus 'Guru Korupsi', Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Dukung Ahmad Basarah
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Media Officer TKN Monang Sinaga dan Juru Bicara TKN Arya Sinulingga saat konferensi pers di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan memberikan dukungan terhadap Ahmad Basarah yang dilaporkan ke pihak kepolisian.

Basarah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2004-2009 dari Fraksi Partai Bintang Reformasi, Anhar.

Basarah dilaporkan terkait pernyataannya yang menyebut Presiden RI ke-2 Soeharto adalah guru korupsi.

Baca: Respons Sekjen Partai Berkaya Terkait Dilaporkannya Pernyataan Basarah Soal Soeharto Guru Korupsi

Menurut Juru Bicara TKN Arya Sinulingga, pernyataan Basarah merupakan respon dari ungkapan calon presiden 02 Prabowo Subianto saat berkunjung ke Singapura.

"Apa yang disampaikan Basarah, adalah apa yang selama ini sudah muncul di media massa. Ini kan jawaban dari ungkapan pak Prabowo di Singapura, yang mengungkapkan soal korupsi stadium 4," kata Arya di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2018).

Mengenai pelaporan yang dilayangkan terhadap Basarah, ucap Arya, TKN Jokowi-Ma'ruf akan memberikan dukungan penuh.

Baca: Politikus Golkar Sebut Kebijakan Pengangkatan Honorer Bukan Hanya untuk Tujuan Politis

Arya mengatakan, Basarah hanya merespon pernyataan Prabowo.

"Kami akan support pak Ahmad Basarah," tutur Arya.

"Soal itu kan polemik saja dan apa yang diuangkapkan oleh Ahmad Basarah adalah apa yang tertera di media zaman dulu tahun 98. Itu selalu jelas. TAP MPR berangkat dari poin-poin tersebut. Bukan berangkat dari suara yang tidak ada materinya. Kami akan support," kata Arya.

Sebelumnya, Basarah dilaporkan oleh Anhar disertai barang bukti berupa screenshot ucapan Basarah yang viral melalui media sosial.

Laporan Anhar pun diterima oleh penyidik dengan nomor LP/B/1571/XII/2018/BARESKRIM tertanggal 3 Desember 2018 dengan perkara penghinaan dan penyebaran berita bohong atau hoaks.

Ahmad Basarah terancam dikenakan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP, 156 KUHP, 14 Jo Pasal 15.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pipres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas