Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Menjelang Pilpres, Jokowi Disebut Ikuti Gaya SBY

Hendri Satrio menyebutkan, capres Joko Widodo mengikuti gaya Susilo Bambang Yudhoyono saat maju kembali sebagai di pilpres kedua kali.

Menjelang Pilpres, Jokowi Disebut Ikuti Gaya SBY
Tribunnews/JEPRIMA
Presiden Joko Widodo didampingi ketua KPK Agus Raharjo saat menghadiri acara pembukaan peringatan Hari Anti Korupsi Dunia (Hakordia) 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pengamat politik sekaligus pakar komunikasi politik Hendri Satrio menyebutkan, capres Joko Widodo mengikuti gaya Susilo Bambang Yudhoyono saat maju kembali sebagai di pilpres kedua kali.

Menurutnya, kini Jokowi sedang aktif-aktifnya melakukan peresmian di berbagai lini pembangunan serta menyiapkan berbagai bantuan sosial (bansos) yang akan diluncurkan pada tahun depan.

Hal itu, dilakukan juga kala SBY maju kedua kali sebagai capres di 2009 silam.

"Pak Jokowi sudah mulai mengikuti cara (kampanye) Pak SBY pada saat SBY di periode kedua. Artinya dia (Jokowi) menyiapkan bantuan sosial, dana kelurahan, dana desa yang akan dikeluarkan Januari atau Februari nanti," ujarnya saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2018).

Ia menuturkan, tak salah jika tahun depan agenda Presiden Joko Widodo akan dipenuhi dengan peresmian.

Baca: Sekjen Partai Berkarya: Ideologi Kami Adalah Pak Harto

Hal itu bagi Hendri wajar, sebab dengan melakukan berbagai peresmian dan menebar bansos, SBY di zamannya menang dan kembali meraih kursi nomor 1.

"Ya kalau menurut saya sih wajar saja, mau menang gak, kalau mau menang ya contoh saja yang sudah menang (SBY). Caranya gimana ya kebijakan-kebijakan populis yang disebarkan. Itu efektif, karena pak Jokowi punya kekuatan blusukan, kalau ditambah peluru itu wah luar biasa dasyhat," terang dia.

Lebih lanjut ia menambahkan, kebijakan yang menyangkut ekonomi dan populer lebih mengenai di masyarakat.

"Kenapa pada saat Sandi bilang tempe setipis ATM rakyat itu mengerti, kenapa pada saat Sandi pakai petai rakyat merespon, karena mengerti, mereka paham bahas ekonomi yang ingin disampaikan Mas Sandi. Kalau kemudian larinya ke angka, ke angka, dan angka memang susah (data)," terang dia.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas