Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilu 2019

Kubu Prabowo Minta KPU Antisipasi Pengelembungan DPT Karena Bocornya Blanko E KTP

Ferry mempertanyakan bisa beredarnya dokumen negara tersebut di pasaran. Seharusnya blanko tidak bisa beredar secara ilegal apalagi diperjualbelikan.

Kubu Prabowo Minta KPU Antisipasi Pengelembungan DPT Karena Bocornya Blanko E KTP
Rina Ayu/Tribunnews.com
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono, ditemui di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/3/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono minta pemerintah segera menyelesaikan masalah jual beli blanko KTP elektronik. Karena menurutnya jual beli blanko KTP elektronik berpotensi disalahgunakan dalam Pemilu.

"Jangan sampai nanti ada DPT siluman di pemilu akibat pemerintah tidak becus membereskan persoalan e-KTP. Pemerintah harus segera selesaikan kasus ini. Jangan sampai dokumen negara disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu di pemilu," kata Ferry, Kamis (6/12/2018).

Ferry mempertanyakan bisa beredarnya dokumen negara tersebut di pasaran. Seharusnya blanko tidak bisa beredar secara ilegal apalagi diperjualbelikan. Oleh karena itu ia meminta KPU untuk mengantisipasi adanya penggelembngan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pemilu nanti karena kebocoran blanko KTP elktronik.

"Kita harus pastikan DPT pemilu 2019 akurat. DPT ini kan basisnya data kependudukan. Kalau blangkonya bocor, bisa jadi data kependudukannya tidak akurat," kata Ferry.

Lebih lanjut, Ferry meminta semua pihak untuk memberikan atensi khusus terhadap data pemilih. Sebab, data pemilih akan menentukan legitimasi pemilu 2019.

Baca: Survei Pilpres LSI Denny JA November 2018: Jokowi Masih Unggul 20 Persen Atas Prabowo

"Soal data pemilih ini kan prinsip. Kalau pesta demokrasinya berlangsung lancar, tertib, berkualitas, tapi kalau datanya nggak bener kan jadi bermasalah," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membantah bahwa ditemukannya jual beli blanko KTP elektronik karena adanya sistem di Kemendagri yang jeblok. Menurutnya jual beli blanko KTP eekrtonik tersebut murni merupakan kejahatan.

"Satu yah ini penipuan di kejahatan. Yang kedua tidak benar ada pemberitaan bahwa sistem jeblok itu tidak benar," ujar Tjahjo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (6/12/2018).

Tjahjo mengatakan blanko KTP elektronik yang ditemukan di jual di Tokopedia dan pasar Pramuka tersebut merupakan hasil curian. Setelah diinvetigasi, blanko terebut merupakan hasil curian, dari Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

"Bahwa si anak yang menjual ini mencuri blanko e KTP punya ayahnya, ayahnya yang kebetulan kepala dinas Dukcapil di Lampung. Dia ngambil 10 kemudian dia jual," katanya.

Pihaknya menurut Tjahjo telah melapor ke Kepolisian terkait jual beli balnko E KTP tersebut. Anak yang mencuri blanko KTP elektrnik itu kini sudah diamankan.

"Dia ngambil 10 kemudian dia jual. Karena udah terdata lengkap ayahnya udah ketangkap anaknya udah ketangkap yah pak Dirjen juga lapor ke Kepolisian. Jadi kalau terkait dengan data sampai jebol tidak ada, tapi murni kejahatan," pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pemilu 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas