Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Kurang 30 Persen Yang Tahu Program Prabowo-Sandi, Politikus Demokrat: Ini Masih Kampanye Tertutup

Karena dia mengklaim, media kurang berimbang dalam pemberitaan dan cenderung tidak memberitakan program Prabowo Sandi.

Kurang 30 Persen Yang Tahu Program Prabowo-Sandi, Politikus Demokrat: Ini Masih Kampanye Tertutup
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Wakil Direktur Bidang Advokasi dan Hukum Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean di Posko Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, (6/11/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menilai wajar masih belum optimalnya masyarakat mengetahui program kerja pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Karena sekarang menurut anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) ini, masih masa kampanye tertutup.

"Ini masih kampanye terutup. Dan apa yang disampaiakan oleh capres cawapres masih terdiatribusikan pada kelompok kecil masyarakat dan belum meluas," ujar Ferdinand Hutahaean kepada Tribunnews.com, Jumat (7/12/2018).

Selain itu, Politikus Demokrat ini mengatakan kubu Prabowo-Sandi praktis mengadalkan media sosial untuk meneruskan informasi program kepada masyarakat.

Karena dia mengklaim, media kurang berimbang dalam pemberitaan dan cenderung tidak memberitakan program Prabowo Sandi.

Akan tetapi, kubu Prabowo-Sandi yakin arus perubahan akan semakin besar ketika tiba saat kampanye terbuka.

"Seluruh program kami akan sampai di masyarakat secara luas," jelasnya.

Baca: Dahnil Simanjuntak: Masih Cukup Waktu Kampanye Untuk Sosialisasikan Proagram Kerja Prabowo-Sandi

"Dan kami meyakini akan tiba di masyarakat pada waktunya nanti dan April 2019 saat pilpres, rakyat akan memilih Prabowo dan memenangkannya karena memang rakyat ingin perubahan. Perubahan hanya ada di Prabowo bukan di Jokowi," ujarnya.

Sebelumnya, dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan selama dua bulan masa kampanye Pilpres 2019, belum banyak masyarakat yang mengetahui program pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Peneliti LSI Rully Akbar memaparkan, dari 1.200 responden yang disurvei pada 10 hingga 19 November 2018, tidak sampai 30 persen yang mengaku pernah mendengar atau mengetahui lima program Prabowo-Sandiaga.

"Program Prabowo-Sandiaga belum masif terdengar. Rata-rata di bawah 30 persen yang mengaku pernah mendengar atau mengetahui," ujar Rully di kantor LSI, Jakarta Timur, Kamis (6/12/2018).(*)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas