Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Survei LSI Denny JA: Kurang dari 30 Persen Masyarakat Tahu Program Prabowo-Sandi

Menurut Rully, survei dilakukan bulan November 2018 dengan melibatkan 1.200 responden serta margin of error 2,9 persen.

Survei LSI Denny JA: Kurang dari 30 Persen Masyarakat Tahu Program Prabowo-Sandi
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perang isu yang ditampilkan dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Pemilu 2019 selama dua bulan kampanye ini membuat mereka tidak fokus menyampaikan program yang ditawarkan kepada masyarakat.

Lembaga survei LSI (Lingkaran Survei Indonesia) Denny JA mencatat minimnya pengetahuan masyarakat mengenai program kedua paslon.

LSI Denny JA dalam survei yang dirilis hari ini, Kamis (6/12/2018) mengatakan, tidak sampai 30 persen masyarakat yang mengetahui program andalan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno karena tertutupi perang isu-isu sensasional.

“Misal program Oke Oce yang akan dinasionalkan saja hanya 25,6 persen masyarakat yang tahu, gerakan emas minum susu yang baru dirilis juga baru diketahui 23,5 masyarakat, dan upaya melarang impor yang dijanjikan Prabowo hanya diketahui 18,7 persen masyarakat,” ungkap Peneliti Senior LSI Denny JA, Rully Akbar di Rawamangun, Jakarta Timur.

Sementara gagasan menaikkan gaji pegawai negeri sipil hanya diketahui 13,2 persen masyarakat dan hanya 10,2 persen masyarakat yang tahu Prabowo-Sandi mempunyai program mengangkat guru honorer.

Menurut Rully, survei dilakukan bulan November 2018 dengan melibatkan 1.200 responden serta margin of error 2,9 persen.

Dia mengatakan selama dua bulan awal kampanye ini pihak penantang belum bisa menyuarakan program kepada masyarakat.

Baca: Followers Instagram Netizen Ini Tembus 90 Ribuan, Usai Rajin Pamer Cara Kreatif Berolahraga

“Masyarakat belum mendengar program alternatif yang ditawarkan pihak penantang,” tegas Rully.

Rully menyatakan perang isu sensasional yang akhir-akhir ini dimainkan kedua kubu tak mampu menaikkan elektabilitas kedua paslon.

Karena itu Rully berpendapat sudah waktunya kedua belah paslon untuk menyampaikan visi dan misi melalui program-program konkret untuk merebut suara paslon lawan maupun swing-voters.

“Kalau sudah masuk ranah program maka masyarakat bisa melihat diferensiasi antara kedua paslon, Jokowi diuntungkan karena sedang menjabat sebagai presiden sehingga bisa menunjukkan prestasinya,” ujar Rully.

“Kemudian Prabowo bisa mencari alternatif lain dari kebijakan-kebijakan yang sudah ditelurkan Jokowi dan yang lebih menarik serta dirasa masyarakat tepat untuk memecahkan suatu persoalan,” ujarnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas