Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Usul Materi Debat Korupsi dari PSI untuk Menyerang Orde Baru, Bukan Demi Pemberantasan Korupsi ‎

"Bicara pemberantasan korupsi tidak bisa bicara hanya Orde Baru, Orde Lama, Prde manapun bahkan Orde Sontoloyo."

Usul Materi Debat Korupsi dari PSI untuk Menyerang Orde Baru, Bukan Demi Pemberantasan Korupsi  ‎
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Wakil Direktur Bidang Advokasi dan Hukum Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean 

Laporan Wartawan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Direktur Bidang Advokasi dan Hukum Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean mengkritik tajam usulan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengusulkan korupsi era Ore Baru sebagai materi debat Capres-Cawapres 2019 bukan bertujuan untuk pemberantasan korupsi itu sendiri melainkan semata demi ambisi menyerang era Orde Baru.

"Saya lihat semangat PSI membawa (usulan) itu semangat menyerang Orba, bukan semangat pemberantasan Korupsi," kritik Ferdinand Hutahaean saat dihubungi Jumat (7/12/2018).

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, bicara pemberantasan korupsi adalah bagaimana membuat sistem pecegahan dan penindakan yang efektif. Bukan malah berbicara mengenai kondisi korupsi pada suatu rezim.

"Bicara pemberantasan korupsi tidak bisa bicara hanya Orde Baru, Orde Lama, Prde manapun bahkan Orde Sontoloyo. bicara pemberantasan korupsi itu bicara bagaimana pencegahannya dan bagaimana penindakannya. jadi kalau sudah menyebut Orde Baru, PSI cuma sedang menyulut kemarahan menyulut kebencian dan menyerang Orde Baru," katanya.

Ferdinand menegaskan, akan menjadi presden buruk jika materi debat hanya berputar-putar membicarakan permasalahan suatu rezim. Karena tidak menutup kemungkinan pihak lain juga akan mengusulkan masalah yang terjadi pada rezim rezim tertentu. Misalnya, persoalan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terjadi di era pemerintahan Soekarno.

"Nanti bisa saja kelompok keluarga Pak Harto mengusulkan, misalnya Partai Berkarya mengusulkan supaya debat Capres-Cawapres nanti memasukan tema PKI. karena PKI ini sejarah kelam bangsa supaya milenial tidak lupa sejarah," Ferdinand mencontohkan.

Karena itu menurut Ferdinand, ia sangat menyayangkan jika ada partai yang mengusulkan materi debat yang tendensius.

"Makanya sangat menyayangkan sebetulnya PSI bicara kayak orang apa, enggak ngerti saya. Tapi yang jelas bahwa itu semangatnya menyerang Orde Baru saja. Enggak ada semangat pemberantasan korupsi di sana. Kalau bicara semangat pemberantasan korupsi akan bicara bagaimana pencegahan dan menindak korupsi bukan bicara ordenya. kalau berkarya nanti ngusulin debat lagi gimana jadinya," tegasnya.

Sebelumnya, Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengatakan momentum peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh pada 9 Desember jadi semangat membuka diskursus 'korupsi stadium 4' yang dipidatokan Capres 02 Prabowo Subianto di mata asing.

"Diskursus itu nantinya bisa jadi usulan buat Komisi Pemilihan Umum agar 'korupsi orde baru' masuk dalam materi debat capres-cawapres," ujar Antoni melalui keterangan tertulisnya, Selasa (4/12/2018).

Sebab, menurut Antoni, usulan itu jauh lebih mendidik masyarakat secara politik, daripada berkila bahwa Soeharto bukan simbol Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme atau Soeharto bukan guru korupsi.

"Saya dan mungkin mas Basarah akan siap jika diajak berdebat tentang 'warisan orde' yang dipuja-puji kubu pak Prabowo-Sandi daripada kita menjadi 'dokter' yang menyalahkan data KPK tentang korupsi Orde Baru," tutur Antoni.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas