Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Lembaga Survei Ini Sebut Tandem Jokowi-Ma'ruf Amin Bisa Menangi Tanding Ulang Lawan Prabowo-Sandi

Gerindra berpeluang menggeser Golkar yang terpaut tipis 12,8 persen dengan memperhitungkan margin of error.

Lembaga Survei Ini Sebut Tandem Jokowi-Ma'ruf Amin Bisa Menangi Tanding Ulang Lawan Prabowo-Sandi
Instagram @jokowi dan @prabowo
Jokowi dan Prabowo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Layaknya sebuah laga, calon presiden (capres) petahana Joko Widodo (Jokowi) akan bertanding kembali melawan figur Prabowo Subianto di Pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Lembaga survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research mengklaim, Jokowi yang akan berpasangan dengan Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 nanti akan mengungguli jauh Prabowo-Sandi dengan elektabilitas terpaut lebih dari 20 persen.

Di Pilpres 2014 lalu Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) dan hanya terpaut tipis dari pasangan Prabowo-Hatta Rajasa dengan selisih perolehan suara kurang dari 10 persen.

“Berbeda dengan Pilpres 2014, posisi Jokowi saat ini adalah figur petahana sehingga lebih banyak diuntungkan,” jelas Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni dalam siaran persnya kepada Tribunnews.com, Jumat (7/12/2018).

Menurut indEX Research, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf mencapai 54,6 persen, sedangkan Prabowo-Sandi hanya sebesar 30,6 persen. Sebanyak 14,8 persen pemilih masih tidak tahu atau tidak menjawab.

Hasil Pilpres 2014 menunjukkan Jokowi-JK meraih suara 53,2 persen dan Prabowo-Hatta 46,8 persen.

Baca: Banyak Artis Tersangkut Kasus Endorsing Produk Kosmetik Ilegal, Chacha Frederica Sedih dan Prihatin

Sebagai presiden, Vivin menjelaskan, Jokowi banyak meluncurkan kebijakan strategis dan menguasai sumber daya untuk dapat memenangkan Pilpres 2019.

Masih kata Vivin, kubu oposisi kerap menuduh pemerintahan Jokowi-JK bersikap memusuhi umat Islam untuk menggerus suara dukungan, termasuk melayani kepentingan asing, hingga informasi bohong (hoaks) bahwa Jokowi keturunan PKI.

Baca: Ke Jepang, Velove Vexia Jatuh Cinta Pada Keindahan Sapporo

“Pemilihan Kyai Ma’ruf sebagai cawapres relatif berhasil menetralkan serangan-serangan oposisi,” lanjut Vivin.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas