Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Pengamat Apresiasi Sikap Tegas KPU Tolak Revisi Visi Misi Prabowo-Sandi

"Saya senang dengan KPU. Saya setuju, apresiasi karena yang namanya penyelenggara memang harus seperti itu. Aturan adalah aturan."

Pengamat Apresiasi Sikap Tegas KPU Tolak Revisi Visi Misi Prabowo-Sandi
Rina Ayu/Tribunnews.com
Pengamat Politik Hendri Satrio yang ditemui di diskusi di Menteng, Selasa (4/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio memuji sikap tegas Komisi Pemilihan Umum (KPU) menolak revisi visi misi dari Pasangan Calon Presiden dan wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Saya senang dengan KPU. Saya setuju, apresiasi karena yang namanya penyelenggara memang harus seperti itu. Aturan adalah aturan yang dipegang, jangan terlalu akomodatif," ujar pendiri Lembaga survei KedaiKOPI kepada Tribunnews.com, Jumat (11/1/2019).

Sikap tegas demikian lah yang harus dilakukan KPU sebagai penyelenggara pemilu.

Meskipun dia menilai, kubu Prabowo-Sandi merasa dirugikan melalui keputusan KPU.

Baca: KPU RI Imbau Kepala Daerah Hati-hati Tunjukkan Dukungan Politiknya

"Tapi ini konsekuensi dari kesalahan kubu 02. Mungkin mereka telat ketemu pakar dan ahlinya, jadi direvisi," ucap Hendri Satrio.

Namun ditolaknya revisi visi misi menurut dia, bukan berarti itu tidak bisa dikomunikasikan ke publik.

Kubu Prabowo-Sandi masih tetap bisa memyampaikan perubahan-perubahan yanga ada dalam visi misi mereka sampai hari H pencoblosan nanti.

"Ini kan ditolak hanya masalah dokumentasi. Dokumennya sudah tidak bisa lagi disampaikan ke KPU," jelas Hendri Satrio.

"Tapi Prabowo-Sandi lanjut saja komunikasikan visi misinya dalam kampanye sampai pencoblosan, April nanti," kata Hendri Satrio.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas