Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Peneliti: Deklarasi Alumni untuk Capres Hanya Buat Perang Urat Syaraf

Karena deklarasi dukungan Alumni tidak menggambarkan suara nyata masyarakat dalam realitas sesungguhnya.

Peneliti: Deklarasi Alumni untuk Capres Hanya Buat Perang Urat Syaraf
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Anggota Dewan Pakar The Habibie Center Indria Samego saat ditemui di The Habibie Center, Jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (12/1/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tidak signifikan deklarasi dukungan Alumni sekolah atau universitas bagi Calon Presiden dan Wakil Presiden di Pilpres 2019.

Demikian disampaikan Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indria Samego kepada Tribunnews.com, Senin (11/2/2019).

"Jumlahnya gak signifikan. Tapi kalau banyak forum alumni disebutkan lumayan," ujar anggota Dewan Pakar The Habibie Center ini.

Menurut Indria Samego, deklarasi dukungan Alumni baik kepada Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya untuk perang urat syaraf atau psywar (Psychological Warfare) di Pilpres 2019.

Baca: Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Indonesia Selasa 12 Februari 2019, Bandung Hujan Surabaya Hujan Petir

"Buat perang urat syaraf," jelas Indria Samego.

Karena deklarasi dukungan Alumni tidak menggambarkan suara nyata masyarakat dalam realitas sesungguhnya.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin menyakini derasnya deklarasi dukungan Alumni untuk Jokowi-Ma’ruf, bukan sekedar seremonial.

Menurut Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Tubagus Ace Hasan Syadzily, deklarasi dukungan Alumni sebagai bentuk kebangkitan kelas menengah terdidik untuk berdiri bersama Jokowi di Pilpres 2019.

Kebangkitan itu Ace tegaskan, akan mempengaruhi swing voters yang masih ragu dengan pilihannya dan undecided voters yang belum menentukkan pilihannya.

"Jumlah undecided voters dan swing voters akan semakin menipis sejalan dengan semakin dekatnya waktu pemilihan. Bahkan swing voters yang selama ini dukung Prabowo-Sandi akan mulai ragu dengan pilihannya dan mulai bergeser untuk memilih Pak Jokowi," ujar Ketua DPP Golkar ini kepada Tribunnews.com, Senin (11/2/2019).(*)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas