Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Pengamat: Sebatas Seremonial Deklarasi Dukungan Alumni Kepada Capres-Cawapres

Hendri Satrio belum melihat adanya relasi deklarasi dukungan Alumni dengan elektabilitas pasangan calon.

Pengamat: Sebatas Seremonial Deklarasi Dukungan Alumni Kepada Capres-Cawapres
WARTA KOTA/henry lopulalan
DEKLARASI DUKUGAN-Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan pidato saat menghadiri deklarasi dukungan dari alumni SMA se-Jakarta di Istora Senayan, Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (10/2/2019). Deklarasi tersebut untuk memenangkan pasangan capres - cawapres nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin pada Pemilu 2019. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai maraknya deklarasi dukungan Alumni kepada calon presiden hanya kegiatan seremonial belaka.

Hendri Satrio belum melihat adanya relasi deklarasi dukungan Alumni dengan elektabilitas pasangan calon.

"Ini sebatas seremoni saja. Seremoni yang menyenangkan capres dan cawapresnya saja dan panitianya," ujar pendiri lembaga survei KedaiKOPi ini kepada Tribunnews.com, Senin (11/2/2019).

Sebagaimana diketahui, masing-masing pasangan capres-cawapres mendapat dukungan dari Alumni sekolah dan kampus di Pilpres 2019.

Menurut Hendri Satrio, banyaknya dukungan Alumni sekolah atau universitas tidak bisa menjadi gambaran suara nyata di Pilpres 2019.

Bahkan fenomena deklarasi dukungan kepada capres dan cawapres ini masih akan marak disuguhkan baik oleh pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hingga hari "H" pemilihan pada 17 April mendatang.

Baca: Fadli Zon Tidak Akan Minta Maaf Soal Puisi Doa yang Ditukar

"Sekalian kan ini bisa menjadi catatan jasa, bahwa dia sudah berjasa bikin deklarasi ini, bikin deklarasi itu. Dan trennya akan terus ada sampai April," jelas Hendri Satrio.

"Sebelumnya kan trennya deklarasi dibikin relawan. Relawan ini bikin deklarasi, relawan itu bikin deklarasi. Sekarang pakai sekolah-sekolah," paparnya.

Dia menilai, deklarasi dukungan Alumni lebih kepada klaim untuk membesar-besarkan dukungan. Yang sebenarnya jumlah alumni yang di luar pendukung, jauh lebih banyak.

Dia mengingatkan kepada pasangan capres dan cawapres untuk tidak terpesona dengan banyaknya deklarasi dukungan Alumni.

"Bisa saja akhirnya merugikan Capres dan cawapres. Tapi kalau untuk seremoni, untuk senang-senang dan heboh-hebohan boleh-boleh saja. Namanya saja pesta demokrasim sejauh positif bangi banyak orang," ucapnya.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin menyakini derasnya deklarasi dukungan Alumni untuk Jokowi-Ma’ruf, bukan sekedar seremonial.

Baca: Muchdi PR Dukung Jokowi, Bukti Melihat Prestasi Pemerintah

Menurut Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Tubagus Ace Hasan Syadzily, deklarasi dukungan Alumni sebagai bentuk kebangkitan kelas menengah terdidik untuk berdiri bersama Jokowi di Pilpres 2019.

Kebangkitan itu Ace tegaskan, akan mempengaruhi swing voters yang masih ragu dengan pilihannya dan undecided voters yang belum menentukkan pilihannya.

"Jumlah undecided voters dan swing voters akan semakin menipis sejalan dengan semakin dekatnya waktu pemilihan. Bahkan swing voters yang selama ini dukung Prabowo-Sandi akan mulai ragu dengan pilihannya dan mulai bergeser untuk memilih Pak Jokowi," ujar Ketua DPP Golkar ini kepada Tribunnews.com, Senin (11/2/2019).(*)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas