Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Bicara Soal Aksi Massa 22 Mei Ada yang Tewas, Mahfud MD: Itu Senjata dari Tengah-tengah Massa

Mantan Ketua MK, Mahfud MD menyebut jika penembakan yang hingga membuat aksi massa 22 Mei tewas justru berasal dari tengah kerumunan massa.

Bicara Soal Aksi Massa 22 Mei Ada yang Tewas, Mahfud MD: Itu Senjata dari Tengah-tengah Massa
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Mantan Ketua MK, Mahfud MD menyebut jika penembakan yang hingga membuat massa aksi 22 Mei tewas justru berasal dari tengah kerumunan massa. 

Mantan Ketua MK, Mahfud MD menyebut jika penembakan yang hingga membuat aksi massa 22 Mei tewas justru berasal dari tengah kerumunan massa.

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD angkat bicara soal anggota ormas Islam yang ditembak oleh aparat kepolisian dalam aksi massa 22 Mei, Rabu (22/5/2019).

Hal tersebut disampaikan Mahfud MD melalui teleconference di siaran langsung saluran YouTube KompasTV, Rabu (22/5/2019).

Menurut Mahfud MD, pernyataan seperti itu hanya merupakan bentuk provokasi dari para pengganggu keamanan.

Baca: Live Aksi 22 Mei di Bawaslu, Polisi: Pak Ustadz Bantu Kami, TNI-Polri Juga Bagian dari Masyarakat

Baca: Mahfud MD Sebut Aksi Massa 22 Mei Perusuh, Hukumnya Wajib Ditindak Tegas

"Teriakan-teriakan massa itu kan muncul orang Islam ditembak oleh aparat dan sebagainya. Ini nggak ada kaitannya dengan bela Islam, lebih banyak menurut saya adalah provokasinya," kata Mahfud MD.

Mahfud lantas menjelaskan, dirinya mendapatkan informasi bahwa penembakan itu bukan dilakukan oleh pihak kepolisian.

Menurutnya, senjata tersebut justru berasal dari tengah kerumunan massa.

"Menurut informasi yang saya dengar dari kedua belah pihak memang yang sekarang terjadi korban itu bukan menggunakan senjata yang digunakan oleh polisi. Itu senjata dari tengah-tengah kerumunan massa juga," ujar Mahfud MD.

Baca: Berita TERKINI Aksi Massa 22 Mei, Kericuhan Kembali Terjadi Pukul 18.40 WIB

Baca: Situasi Terkini Aksi 22 Mei, Kembali Terjadi Lempar Batu hingga Amien Rais Minta Tak Ada Kekerasan

"Sehingga masyarakat jangan terprovokasi seakan-akan polisi yang menembaknya," kata dia.

Polisi tegaskan tak bawa peluru tajam

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunWow.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas