Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ramadan 2017

Sumur Tua Masjid Sunan Ampel Tak Pernah Kering Airnya

Masjid Rahmat yang berada di Kembang Kuning, Surabaya, Jawa Timur, juga memiliki sumur tua yang dari dalamnya tak pernah berhenti memancarkan air.

Sumur Tua Masjid Sunan Ampel Tak Pernah Kering Airnya
Surya/Habibur Rohman
Seorang pengurus Masjid Rahmat, Kembang Kuning, Surabaya, menunjukkan sumur tua di kawasan masjid yang tidak pernah kering airnya. SURYA/HABIBUR ROHMAN 

Laporan Wartawan Surya, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, memiliki sumur air Zam-zam yang berkhasiat dan tak pernah kering sampai saat ini.

Masjid Rahmat yang berada di Kembang Kuning, Surabaya, Jawa Timur, juga memiliki sumur tua yang dari dalamnya tak pernah berhenti memancarkan air.

Warga menganggap air sumur mujarab untuk obat. Sumur tersebut ada di muka tempat imam memimpin salat. Kendati kemarau sumur ini tak pernah kering sejak masjid ini didirikan.

"Boleh dicek. Kalau warga Surabaya sedang kekeringan, maka bisa datang ke sini untuk minta air," ucap penjaga sumur Masjid Rahmat, Ahmad Subur, kepada Surya.

Baca: Berikut Keistmewaan Lain Masjid Rahmat Surabaya

Baca: Masjid Rahmat di Kembang Kuning Tertua di Surabaya, Begini Sejarahnya

Setiap hari selalu ada saja jemaah minta tempat minumnya diisikan dengan air sumur Masjid Rahmat. Katanya untuk obat ada yang ingin menjaga kesehatan dan ada pula yang mencari keberkahan.

Saat ini sumur itu masih dimanfaatkan. Termasuk untuk operasional masjid.

"Katanya dulu ini tempat wudunya Raden Rahmat. Sekarang sumurnya dibantu pompa dan juga ada PDAM untuk memaksimalkan air di masjid," sambung Subur.

Memang belum ada penelitian lebih jauh tentang khasiat air dari sumut Masjid Rahmat. Tapi tak sedikit orang meyakini airnya bisa membuat yang meminum mendapatkan berkah.

Konon cerita, sumur ini pun tidak digali. Namun airnya muncul dan memancar dari batu. Yang airnya tidak berhenti mengalir hingga menghidupi masjid sejak masih berwujud surau atau langgar tiban.

"Sengaja tidak ditutup sumurnya. Karena sampai sekarang juga masih dimanfaatkan. Orang jemaah yang mau meminta tidak dieknakan biaya. Tingga meminta bantuan penjaga untuk mengantar," ulas Subur.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas