Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ramadan 2018

Keunikan Masjid Said Naum di Tanah Abang, Jendela Berukuran Besar dan Atap yang Bisa Diputar

Arsitektur yang unik, menjadikan Masjid Said Naum kerap dijadikan lokasi untuk penelitian mahasiswa arsitektur

Keunikan Masjid Said Naum di Tanah Abang, Jendela Berukuran Besar dan Atap yang Bisa Diputar
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Masjid Said Naum yang beralamat di Jalan Kebon Kacang 9, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (5/6/2018) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masjid Said Naum adalah satu di antara masjid bersejarah yang ada di tengah kota karena lokasinya berada kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Masjid yang dibangun tahun 1977 diatas lahan seluas 15,000 meter persegi tersebut digagas oleh Gubernur DKI Jakarta yang saat itu menjabat, yaitu Ali Sadikin.

Masjid Said Naum yang beralamat di Jalan Kebon Kacang 9, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (5/6/2018)
Masjid Said Naum yang beralamat di Jalan Kebon Kacang 9, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (5/6/2018) (TribunJakarta.com/Suci Febriastuti)

Arsitektur yang unik, menjadikan Masjid Said Naum kerap dijadikan lokasi untuk penelitian mahasiswa arsitektur.

"Ini sering untuk jadi penelitian oleh mahasiwa-mahasiswa yang mau studi akhir ngambil jurusan arsitektur pada kesini. Nulis skripsi, foto-foto," ujar Sumarno, Sekretariat Pengurus Masjid Said Naum di lokasi Selasa (5/6/2018).

Tak seperti kubah masjid pada umumnya, kubah Masjid Said Naum dibentuk menyerupai rumah tradisional Jawa.

Uniknya, pada bagian atap diputar 90 derajat agar udara di dalam masjid dapat tersirkulasi dengan baik.

"Sebenarnya itu kan Joglo cuma atap diatasnya diputar 90 derajat. Itu bentuk bawahnya kayak rumah Jawa ya kan, tapi ini ujungnya diputar. Tujuannya yaitu supaya angin lewat sana," ujarnya.

Bagian jendela bahkan berukuran besar, sebesar ukuran pintu masjid.

Hal tersebut dilakukan agar angin dapat masuk dari berbagai penjuru sehingga jamaah yang sedang beribadah tidak kepanasan dan khusuk.

"Kan dibikin jendela banyak, jadi ada udara dari berbagai penjuru kan masukkan begitu sampai dalam dibuang ke atas. Makanya di atas Joglonya diputar," jelasnya.

Sumarno juga menceritakan Masjid Said Naum yang berada di kawasan Tanah Abang tersebut sangat asri dan sejuk sebelum banyaknya bangunan tinggi.

Masjid Said Naum yang beralamat di Jalan Kebon Kacang 9, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (5/6/2018)
Masjid Said Naum yang beralamat di Jalan Kebon Kacang 9, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (5/6/2018) (TribunJakarta.com/Suci Febriastuti)

Seiring perkembangan jaman pun saat ini ruangan di Masjid Said Naum sudah dipasang penyejuk udara (AC).

"Dulu disini sejuk, asri, meskipun enggak ada AC. Tapi sekarang udah banyak bangunan jadi semakin panas. Makanya dipasang AC," ungkapnya.

Penulis: Suci Febriastuti

Berita ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Ini Alasan Atap Diputar dan Jendela Masjid Said Naum Berukuran Besar

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...

Berita Terkait :#Ramadan 2018

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas