Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ramadan 2018

Tradisi ‘Maleman’ di Masjid Agung Sunan Ampel, Jemaah Tahlil, Tadarus dan Itikaf Semalam Suntuk

Ada tradisi “maleman”di Masjid Agung Sunan Ampel, pengunjung membaca tahlil, tadarus, solat sunah, dan iktikaf semalam suntuk.

Tradisi ‘Maleman’ di Masjid Agung Sunan Ampel, Jemaah Tahlil, Tadarus dan Itikaf Semalam Suntuk
Surya/Habibur Rohman
Pintu masuk Masjid Rahmat di Kembang Kuning, Surabaya. Masjid ini tertua di Surabaya yang dibangun Raden Rahmat atau Sunan Ampel. SURYA/HABIBUR ROHMAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Masjid Agung Sunan Ampel tak pernah sepi pengunjung. Begitu pun saat bulan Ramadhan tiba.

Bahkan, puncaknya, tanggal ganjil di 10 hari terakhir, Masjid peninggalan salah seorang Wali Songo itu kian ramai oleh pengunjung.

Sunan Ampel adalah salah satu tokoh penting yang berjasa dalam penyebaran agama Islam di pulau Jawa.

Lahir pada tahun 1401 M, nama kecil Sunan Ampel adalah Raden Rahmat, beliau adalah putera dari Syekh Maulana Malik Ibrahim bapak para wali tanah Jawa dari ibu seorang puteri Raja Campa (Kamboja).

Raden Rahmat melanjutkan perjuangan bapaknya dalam menegakan Islam di Tanah Jawa.

Berkat perjuangannya menyebarkan Islam di tanah Jawa. Kini, Masjid Agung Sunan Ampel yang terletak di Ampel, Semampir, Surabaya selalu didatangi para jamaah dari seluruh Indonesia ada pun masyarkat luar negeri.

Tak hanya itu, makam Sunan Ampel yang terletak di sebelah barat Masjid juga tak luput dari kunjungan para pejiarah.

“Kawasan ini setiap harinya pasti ada pengunjung atau pejiarah yang datang ke sini. Kalau bulan Ramadhan terlihat agak sepi, tapi nanti ketika tanggal ganjil di 10 hari terakhir, Masjid Agung ini akan lebih ramai. Orang-orang banyak yang I’tikaf di Masjid hingga seharian penuh. Bahkan ada yang menginap di sini,” kata Hidayat salah seorang petugas yang berjaga di Masjid Agung Sunan Ampel.

Kegiatan tersebut dinamakan tradisi “maleman”. Dalam tradisi itu, para pengunjung membaca tahlil, tadarus, solat sunah, dan iktikaf semalam suntuk.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Abdul Majid
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...

Berita Terkait :#Ramadan 2018

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas