Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ramadan 2018

Mutiara Ramadan: Pembawa Kayu Bakar

Tidak sedikit yang merasa seluruh kekuatan dan kelebihan yang dimiliki masih kurang atau belum cukup untuk mewujudkan apa yang diinginkan.

Mutiara Ramadan: Pembawa Kayu Bakar
NET
Ilustrasi Ramadan

Dr Mutohharun Jinan
Direktur Pondok Shabran UMS Surakarta

SETIAP orang memiliki naluri untuk mewujudkan keinginan, harapan, cita-cita, dan tujuan. Termasuk di dalamnya adalah naluri untuk meraih keuntungan dan keunggulan.

Berbagai cara dan jalan akan ditempuh demi terwujudnya semua keinginan, tujuan, untuk menunjukkan keunggulannya.

Segenap kekuatan dan kelebihan yang dimiliki dikerahkan seluruhnya, baik itu berupa modal kapital seperti harta benda dan uang, maupun modal sosial seperti jaringan, kolega dan pendukung.

Tidak sedikit yang merasa seluruh kekuatan dan kelebihan yang dimiliki masih kurang atau belum cukup untuk mewujudkan apa yang diinginkan.

Belum cukup untuk menundukkan pesaingnya dalam meraih kedudukan.

Untuk menutupi kekurangan itu bukannya mengambil kelebihan yang ada pada orang lain, tetapi mencari-cari dan menebarkan, serta mengungkap keburukannya.

Baca: Andreas Hugo Perreira: Katanya OTT, kok Diminta Menyerahkan Diri?

Diharapkan, dengan terungkap keburukan, kekurangan, kesalahan, dan kelemahan orang lain di mata publik, dalam waktu yang sama dirinya akan tampak lebih baik, lebih unggul, dan lebih kuat.

Mentalitas semacam itu yang sering kali dipertontonkan oleh mereka yang berebut atau bersaing dalam menduduki satu jabatan atau kedudukan tertentu.

Alquran memberi julukan kepada orang yang suka menebar keburukan, apalagi ghibah dan fitnah tersebut sebagai "pembawa kayu bakar".

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Berita Terkait :#Ramadan 2018

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas