Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pak Polisi, Teroris Mau Menyerah tapi Ada Syaratnya

Setelah lama berada di persembunyian karena diburon aparat keamanan, anggota kelompok yang diduga terlibat terorisme di Aceh akhirnya menyampaikan keinginan untuk menyerah namun dengan sejumlah syarat.

Pak Polisi, Teroris Mau Menyerah tapi Ada Syaratnya
Serambi Indonesia
Petugas menyusuri hutan untuk mengejar teroris di wilayah Takengon Aceh

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH -  Setelah lama berada di persembunyian karena diburon aparat keamanan, anggota kelompok yang diduga terlibat terorisme di Aceh akhirnya menyampaikan keinginan untuk menyerah namun dengan sejumlah syarat.

Adanya keinginan untuk menyerah secara bersyarat itu terungkap dalam satu percakapan telepon antara Ketua Front Pembela Islam (FPI) Wilayah Aceh, Yusuf Al-Qardhawi Al-Asy dengan seorang anggota kelompok tersebut bernama Taufik alias Abu Sayyaf.

"Dalam perbincangan lewat telepon itu, ada keinginan bahwa mereka ingin menyerahkan diri karena dilatarbelakangi oleh beberapa teman mereka yang juga sudah menyerahkan diri. Tapi mereka masih khawatir dengan keselamatan. Karena itu mereka meminta ada perhatian khusus dari pemerintah dan aparat keamanan kalau mereka nanti menyerahkan diri," kata Yusuf yang ditemui Serambi, Jumat (26/3/2010).

Taufik alias Abu Sayyaf saat ini masuk dalam daftar buronan polisi atas dugaan keterlibatannya dalam jaringan kelompok teroris di Aceh. Taufik asal Padang Tiji, Kabupaten Pidie bersama beberapa rekannya juga pernah terdaftar sebagai relawan jihad ke Palestina dan mendapat pelatihan dari komando FPI Pusat di Jakarta. Namun FPI saat itu batal mengirim relawannya ke Palestina karena meredanya situasi politik dan keamanan di Gaza.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh Serambi, Taufik disebutkan pernah direkrut Sofyan At-Tsauri bersama delapan orang lainya untuk dididik menjadi calon mujahidin sejati. Sofyan At-Tsauri, mantan anggota Polres Depok, ditangkap beberapa waktu lalu karena diduga terlibat dalam terorisme.

Ketua FPI Wilayah Aceh, Yusuf Al-Qardhawi menyebutkan, percakapakan telepon antara dirinya dengan Taufik terjadi pada 24 Maret 2010. Diduga tidak hanya Taufik, namun bersamanya juga ada beberapa anggota kelompok lainnya yang saat ini bersembunyi di satu kawasan pedalaman Aceh untuk menghindar dari target perburuan aparat.

Dalam percakapan pada Rabu sore sekitar pukul 16.30 WIB, anggota kelompok tersebut menyatakan keinginan kuat untuk menyerah. Namun dari kesan yang tertangkap, kata Yusuf, mereka tidak ingin menjadi korban atas tindakan represif aparat setelah menyerah nantinya. Seperti diketahui, setidaknya ada tiga anggota kelompok yang diduga teroris yang datang menyerahkan diri ke Polda Aceh bersama barang bukti sejata api, beberapa waktu lalu.

Mereka adalah Mukhtar al Faruq alias Agam menyerah bersama empat pucuk senjata, satu M-16 dan tiga revolver, Munir alias Abu Rimba alias Abu Uteuen menyerah dengan sepucuk senjata AK-47 beserta amunisi, serta Azwani alias Abu Mus'ab alias Abu Matang. Sedangkan beberapa orang lainnya yang diduga ikut terlibat dalam jaringan terorisme di Aceh saat ini masih diburon polisi, yaitu Taufik alias Abu Sayyaf alias Alex alias Nurdin, Azwar alias Abu Rencong, dan Muhibuddin Abu Syam alias Anto Siregar.

Terlanjur terlibat
Yusuf menyebutkan, keinginan menyerahkan diri tersebut didorong oleh karena mereka telah ditetapkan sebagai target operasi di samping beberapa tersangka lain juga sudah lebih dulu menyerah. "Tapi saya ingin mereka juga menyerah bersama senjata kalau memang ada bersama mereka," kata Yusuf. Diakui Yusuf, ia mengenal beberapa nama yang saat ini diburon aparat karena dugaan keterlibatannya dalam kelompok jaringan teroris di Aceh.

Bahkan beberapa di antaranya termasuk dalam 15 orang relawan asal Aceh yang terdaftar sebagai relawan jihad ke Palestina (Gaza) dan pernah mendapat pendidikan dan pelatihan di bawah komando FPI Pusat. Namun semua relawan FPI tersebut batal dikirim ke Palestina karena situasi politik dan keamanan di Gaza saat itu mulai reda.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: inject by pe77ow
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas