close [x]
Tribunnews.com

13 Pulau di Aceh Singkil Hilang

Senin, 19 April 2010 13:31 WIB

TRIBUNNEWS.COM, PULAU BANYAK - Sebanyak 13 pulau dalam gugusan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, dipastikan telah hilang (tercoret dari peta), karena berbagai faktor alam, termasuk gempa bumi dan tsunami.

Dulu jumlah pulau di kecamatan ini 99 buah, tapi yang tersisa kini hanya 86 pulau saja.

Proses tenggelamnya pulau-pulau kecil itu tidak berlangsung drastis pascagempa besar yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 (8,9 SR), gempa Nias 28 Maret 2005 (8,2 SR), maupun gempa terbaru 7 April 2010 (7,2 SR), melainkan terjadi dalam rentang waktu yang cukup lama.

“Tiga pulau di Pulau Banyak itu justru tenggelam pascagempa Nias pada Maret 2005, tapi sepuluh pulau lainnya hilang ketika terjadi gempa besar pada tahun 1907 maupun oleh faktor alam lainnya,” ungkap Drs Saiful Umar, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Singkil yang dihubungi Serambi dari Pulau Haloban, Minggu (18/4/2010) kemarin.

Menurut Saiful Umar, sebagian pulau itu tidak benar-benar menghilang, melainkan hanya mengalami penurunan struktur saja, sehingga masuk ke dalam laut dan tak terlihat lagi dari permukaan. Akan tetapi, apabila diselami masih bisa ditemukan sisa-sisa peninggalan (struktur dasar)-nya.

Dari 13 pulau yang hilang itu, tiga pulau dikabarkan hilang pascagempa Desember 2004 dan gempa Nias 2005, yakni Pulau Malelo, Jawi-Jawi, dan Pulau Gosong Sianje. “Jadi, tiga pulau itu bukan hilang baru-baru ini akibat gempa 7,2 skala Richter, melainkan gempa yang dulu itu, pada tahun 2005,” jelas Saiful Anwar sekaligus meluruskan pemberitaan sebuah koran nasional yang menyebut tiga pulau itu hilang akibat gempa baru-baru ini.

Sebelum tenggelam, kata Saiful, Pulau Malelo dan Gosong Sianje berada di dekat Pulau Balai, ibu kota Kecamatan Pulau Banyak. Pulau Jawi-jawi berada di antara Pulau Banyak dengan Kuala Baru, sebuah kecamatan di pesisir pantai Aceh Singkil.  Sementara sepuluh pulau lainnya, diperkirakan Saiful Umar hilang beruntun setelah terjadi gempa yang menyebabkan tsunami besar pada tahun 1907 di wilayah Simeulue hingga kawasan Singkil.

Halaman12
Editor: Prawira Maulana
Komentar Anda
  Loading...
© 2015 TRIBUNnews.com All Right Reserved