close [x]
Tribun Regional

Pengakuan Germo ABG: Keperawanan Saya Hilang di Tanah Abang

Senin, 11 Oktober 2010 20:34 WIB
Pengakuan Germo ABG: Keperawanan Saya Hilang di Tanah Abang
POS KUPANG/ARIS NINU
Ilustrasi PSK ABG

Dan kemudian berkenalan dengan anak jalanan asal Jakarta. Ia pun tertarik diajak ke Jakarta. Ia  mengamen dan digilir teman-temannya. Inilah pengakuan Ver yang tertangkap membawa 17 PSK yang semuanya ABG dan masih bersekolah SMP dan SMA.

Ver mengaku, sejak  kelas II SMP sudah mulai kenal bolos sekolah. Alasannya, saat bolos tersebut ia merasa bebas dan tidak ada kekangan. 

Saking seringnya bolos, Ver yang kini berstatus tersangka kasus trafficking ini, lalu dipanggil ke kantor sekolah untuk diperingatkan. Meski begitu, perempuan berambut sebahu itu tidak kapok. Ia malah kerap bolos sekolah, meski hanya untuk jalan-jalan ke Kebun Binatang Surabaya atau cangkruk di Taman Bungkul.  “Terakhir saya dikeluarkan dari sekolah sekitar tahun 2007,” paparnya.

Tahu Ver dikeluarkan dari sekolah, tantenya marah. Ia sempat dikunci sendirian di rumah supaya kapok dan mau sekolah lagi. Setelah ditanya tantenya apakah masih ingin melanjutkan sekolah, Ver malah tegas mengatakan tak mau sekolah lagi. Tak pelak, semua pakaian Ver dibuang ke depan rumah. Ver yang masih berusia sekitar 14 tahun itu pun minggat dari rumah tantenya.

Ver mengaku tak mau sekolah lagi, karena tiap hari oleh tantenya hanya diberi sangu Rp 1.500. Menurutnya itu hanya cukup untuk naik bemo, sedangkan pulangnya ke Nginden harus jalan kaki.

Begitu memutuskan minggat dari rumah tantenya, Ver mengaku sempat melihat banyak anak jalanan di Jembatan Panjangjiwo. Ia pun bergabung. Setelah kenalan, ternyata anak jalanan itu berasal dari Jakarta. Beberapa anak jalanan itu akhirnya menawari Ver ikut ke Jakarta. Ver yang hidup sendirian langsung mengiyakan.

Setelah perjalanan naik kereta api (KA) hingga Jakarta, Ver mengaku diajak ke daerah Tanah Abang. Ia diajak masuk ke sebuah rumah gubug. Di tempat itu, Ver dikenalkan dengan teman-teman anak jalanan pria dan perempuan. “Jumlah perempuannya kalau tidak salah ada empat termasuk saya dan laki-lakinya banyak sekali,” ungkapnya.

  Loading comments...
© 2015 TRIBUNnews.com All Right Reserved