Tribunnews.com

Ritual Manyanggar Batanjung Bagian Dari Adat Dayak

Rabu, 4 Mei 2011 08:34 WIB
Ritual Manyanggar Batanjung Bagian Dari Adat Dayak
TRIBUN KALTENG/MUSTAIN KHAITAMI
Inilah ritual adat Dayak Manyanggar yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam pembangunan Pelabuhan Batanjung, Kapuas.
Laporan Wartawan Tribun Kalteng, Mustain Khaitami

TRIBUNNEWS,COM, KUALAKAPUAS
- Upacara ritual adat Dayak Manyanggar menjadi bagian tak terpisahkan dalam keseharian warga Dayak. Suku Dayak senantiasa melestarikan adat ini.

Manyanggar adalah sebuah acara adat yang tujuannya doa keselamatan bagi pelaksanaan suatu pekerjaan. Dalam acara ini juga ada acara pengusiran terhadap roh jahat yang berpotensi mengganggu pekerjaan.

"Biasanya, manyanggar paling lambat digelar sebulan setelah dilaksanakan pramanyanggar. Tapi kami belum berkoordinasi dengan pelaksana proyek soal ritual manyanggar ini," terang Ketua Majelis Adat Dayak Kapuas, Kalteng, Angie Rohan, Rabu (4/5/2011).

Ritual dipimpin seorang mantir adat dengan rapalan doa dalam bahasa Dayak Ngaju. Aneka bentuk dan jenis makanan tersaji dalam dua buah tempat yang secara adat disebut samburup.

Ada ayam kampung yang telah dimasak, telur dan ketan, darah ayam, kue cucur, ketupat, minuman beralkohol. Semuanya diletakkan di atas nampan yang digantung sebagai persembahan bagi roh-roh di sekitar lokasi proyek yang mulai dikerjakan.

Ritual ini juga digelar saat pembangunan Pelabuhan Batanjung. Bahkan dijadwalkan, upacara itu berlangsung selama tiga hari.

Upacara itu mengiringi pemancangan perdana tiang pelabuhan Batanjung yang dilakukan di lokasi Rohan. Sebelumnya, ritual pramanyanggar telah dilaksanakan pada Kamis (21/4/2011).

"Soal waktu, itu belum ditentukan. Tapi Manyanggar digelar selama tiga hari," ujar Angie.
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved