Tribunnews.com

Sultan Sintang Haru Sambut Artefak Burung Garuda

Selasa, 19 Juli 2011 15:32 WIB

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ali Anshori

TRIBUNNEWS.COM, SINTANG - Sultan Sintang HRM Ikhsan Perdana menyatakan terharu ketika menyampaikan pesan dan kesan, dalam acara penyambutan artefak Burung Garuda, Selasa (19/7/2011) di keraton Sintang.

"Saya sangat terharu sekali, karena sebelumnya kita tidak mengetahui kalau
lambang negara Indonesia ini berasal dari Sintang dari Sultan Hamid II, ini
suatu kebanggan tersendiri bagi kita," kata Sultan dengan suara parau.

Sebelumnya, artefak Burung Garuda milik Keraton Sintang sempat dipinjam oleh
Mesum Konfrensi Asia Afrika kurang lebih enam bulan, untuk dipamerkan di
Bandung. Setidaknya puluhan ribu tamu sudah melihat patung tersebut secara
dekat.

Pada Selasa kemarin Kementerian Luar Negeri telah mengembalikannya kepada
pemerintah Kabupaten Sintang yang telah meminjamkannya. Sebelum dikembalikan ke tempat asalnya, patung Burung Garuda tersebut dibawa ke pendopo bupati Sintang, kemudian diarak keliling kota barulah dibawa lagi ke Keraton Sintang.

Dengan terungkapnya sejarah yang sempat terpendam kurang lebih 60 tahun ini,
Sultan berharap kepada pemerintah daerah bisa memasukan pelajaran Sejarah
Sintang ke dalam muatan lokal di sekolah-sekolah agar siswa tidak buta
dengan sejarah daerahnya sendiri.

Sultan mengatakan, dengan adanya pembuktian sejarah tersebut, mudah-mudahan Sintang semakin dikenal masyarakat luas dan membawa dampak pada perkembangan ekonomi masyarakatnya.

Bupati Sintang Milton Crosby mengatakan, agar sejarah Sintang lebih
dikenal masyarakat luas, pemerintah akan membukukan sejarah Kabupaten Sintang, termasuk di antaranya tentang Burung Garuda.

"Buku sejarah Sintang sedang saya cetak, yang membuat itu Pak Yumarman SH, kita bekerjasama dengan PT Airlangga, dalam dua pekan ke depan saya akan berikan contoh bukunya, kalau bukunya tersebut jadi kita akan jadikan muatan lokal," katanya.

Bupati mengatakan, bukan hanya Kabupaten Sintang, tapi setelah
buku itu telah dicetak bisa dijadikan pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah
di Kalimantan.

0 Komentar

Silahkan login untuk memberikan komentar
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved