close [x]
Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Penertiban Pengecer BBM Bukan Solusi! Apa Kami Harus Mencuri?

Kebijakan pemerintahang akan menertibkan penjual bahan bakar minyak (BBM) jenis premium ditolak sejumlah penjual.

 
Penertiban Pengecer BBM Bukan Solusi! Apa Kami Harus Mencuri?
Tribun Kalteng/Faturahman
Penjualan bensin di tingkat eceran 

Laporan Wartawan Tribunmando.co.id, Robertus Rimawan dan Fransiska Polohindang

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Kebijakan pemerintah Provinsi Sulut khususnya Kota Manado yang akan menertibkan penjual bahan bakar minyak (BBM) jenis premium ditolak sejumlah penjual. Penjual menolak karena kebijakan tersebut dianggap bukan sebagai jalan  keluar. Ny Rusni, penjual premium BBM bersubsidi, warga Paal Dua, Lingkungan V, Tikala, Kamis (21/7/2011) mengatakan keberatan terhadap rencana penertiban penjual BBM eceran.

"Kami tidak setuju dengan rencana pemerintah Kota Manado, lantaran kalau berhenti bagaimana dengan hidup kami, Anak-anak harus sekolah, apa mau disuruh mencuri?" ujar Ny Rusni.

Penjual eceran yang lain, Rolin Kentey, menyatakan sebenarnya ini bukan soal terima atau menolak kebijakan pemerintah kota, namun yang jadi pertanyaan adalah apakah akan pasokan BBM akan lancar kalau pengecer BBM ditertibkan.

"Kami hanya membeli lalu menjual kembali," ujarnya.

Menurutnya petugas kepolisian yang sering bertugas berjaga di SPBU mesti tegas menertibkan kendaraan orang kaya yang masih mengisi BBM jenis premium di SPBU. Salman Jou, pedagang BBM eceran  di Jalan Piere Tendean,  Boulevard Manado, tegas meaolak jika usahanya ini ditutup paksa pemeriantah. Pasalnya dia mengaku penghidupan keluarganya saat ini hanya bergantung pada berjualan bensin eceran.

"Kalau mau ditutup, keluarga saya bagaimana sedangkan kami dapatkan pendapatan satu-satunya dari berjualan bensin," keluhnya.

  Loading comments...
© 2016 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas